Mempersiapkan Mental Anak Masuk Sekolah Jadi Kunci Adaptasi Awal

  • 10 Jun 2026 22:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Mempersiapkan mental anak sebelum memasuki sekolah menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan adaptasi di lingkungan belajar baru. Para ahli psikologi pendidikan menegaskan bahwa kesiapan sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga mencakup aspek emosional, sosial, kemandirian, hingga kemampuan regulasi diri anak.

Salah satu kajian ilmiah yang relevan adalah penelitian dalam jurnal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini yang menegaskan bahwa school readiness merupakan kemampuan multidimensional yang mencakup aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik, dan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara guru, orang tua, dan observasi anak, yang menunjukkan bahwa kesiapan anak sangat menentukan keberhasilan transisi ke sekolah dasar.

Selain itu, penelitian dalam JPUD – Jurnal Pendidikan Usia Dini Universitas Negeri Jakarta menyebutkan bahwa kesiapan sekolah adalah kombinasi dari berbagai dimensi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek non-kognitif seperti disiplin diri, kematangan sosial-emosional, dan kemampuan komunikasi sering kali justru menjadi penentu utama keberhasilan anak di sekolah, bukan hanya kemampuan akademik.

Kajian lain dalam Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar juga menjelaskan bahwa kesiapan sekolah mencakup kematangan fisik dan psikologis anak dalam menghadapi tuntutan sekolah formal. Anak yang belum siap secara emosional cenderung mengalami kesulitan adaptasi, seperti cemas berpisah dengan orang tua, sulit mengikuti aturan kelas, hingga kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya.

Sementara itu, penelitian dalam Jurnal PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi (2025) menegaskan pentingnya psikoedukasi kepada orang tua dan pendidik. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, ditemukan bahwa pemahaman orang tua tentang kesiapan anak meningkat setelah diberikan edukasi mengenai pentingnya aspek kognitif, motorik, bahasa, serta sosial-emosional dalam mendukung transisi ke sekolah dasar.

Lebih lanjut, kajian internasional yang dikutip dalam jurnal tersebut juga merujuk pada teori Blair & Raver (2015) dan Ursache, Blair & Raver (2011) yang menjelaskan bahwa kemampuan regulasi emosi (emotional regulation) merupakan inti dari kesiapan sekolah. Anak yang mampu mengelola emosi cenderung lebih mudah mengikuti pembelajaran dan berinteraksi secara positif di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, berbagai studi juga menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk rasa aman anak sebelum memasuki sekolah. Dukungan emosional, komunikasi yang hangat, serta pengenalan lingkungan sekolah sejak dini dapat membantu mengurangi kecemasan anak pada hari-hari pertama sekolah.

Fenomena ini juga terlihat dalam berbagai pengalaman orang tua yang menunjukkan bahwa anak yang telah dikenalkan dengan rutinitas sekolah cenderung lebih cepat beradaptasi, dibandingkan anak yang belum memiliki persiapan mental sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....