Dengan Mencuci Tangan Cegah Diri Dari Penyakit
- 03 Jul 2026 23:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID , MEULABOH – Mencuci tangan sering kali dianggap sebagai rutinitas sepele, namun efektivitasnya sangat besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 50% penyakit infeksi dapat dicegah hanya dengan membudayakan kebiasaan mencuci tangan secara benar.
Guna memperkuat kesadaran tersebut, Puskesmas Suak Ribee meluncurkan program inovasi berbasis kearifan lokal yang diberi nama "Bek Tuah Jaro". Program ini dikupas tuntas dalam dialog interaktif "Indonesia Sehat" di RRI Meulaboh bersama Ns. Hanifa, S.Kep., selaku inisiator program.
Hanifa menjelaskan bahwa nama inovasi ini diambil dari bahasa Aceh untuk memudahkan pendekatan emosional kepada masyarakat setempat.
"Dalam bahasa Indonesia, Bek Tuah Jaro memiliki pesan fungsional: 'Bersihkan Tangan serta Jari, Yuk'. Melalui nama yang familier ini, kami ingin pesan pentingnya menjaga higienitas tangan dapat mengakar kuat, mulai dari lingkungan keluarga hingga instansi pelayanan publik," kata Hanifa.
Tangan sebagai Garda Terdepan Penularan Penyakit
Lebih lanjut, Hanifa membeberkan bahwa tangan manusia adalah media utama atau garda terdepan masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh. Mengabaikan kebersihan tangan bisa memicu rantai penyakit yang fatal.
Beberapa dampak kesehatan serius akibat malas mencuci tangan antara lain:
- Gangguan Pernapasan: Mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, hingga berisiko pneumonia (paru-paru basah) jika tidak ditangani sejak awal.
- Gangguan Pencernaan: Seperti diare akut, nyeri perut, hingga penyakit hepatitis.
- Penyakit Kulit dan Mata: Munculnya penyakit menular seperti scabies (gudik) yang kerap menyebar cepat di lingkungan padat seperti pesantren, serta iritasi mata merah akibat tangan yang kotor.
- Cacingan pada Anak: Sering terjadi setelah anak-anak bermain di tempat umum (playground) tanpa mencuci tangan, sehingga telur cacing tidak sengaja ikut tertelan saat mereka makan camilan.
"Mencuci tangan dengan bersih saja tidak cukup, ada ilmunya. WHO merekomendasikan enam langkah cuci tangan. Jika menggunakan sabun dan air mengalir, prosesnya membutuhkan waktu sekitar 40 detik. Sementara jika menggunakan cairan penyanitasi tangan (handrub), cukup memerlukan waktu 20 hingga 30 detik saja," imbuh Hanifa.
Edukasi Sejak Dini dan Rencana Peluncuran Film Animasi
Puskesmas Suak Ribee secara agresif terus melakukan sosialisasi di berbagai lini. Tidak hanya menyasar fasilitas kesehatan demi mencegah infeksi nosokomial (infeksi yang didapat di rumah sakit/puskesmas), edukasi ini juga gencar dilakukan di ruang publik seperti arena Car Free Day (CFD) berkat dukungan dari Dispora Aceh Barat.
Selain itu, sasaran utama dari program ini adalah anak-anak usia dini, mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga sekolah dasar (SD). Kebiasaan ini dinilai krusial, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah saat ini.
Untuk menarik minat anak-anak, Hanifa mengungkapkan bahwa pihak puskesmas tengah mengemas edukasi lewat media kreatif, termasuk menggunakan lagu-lagu interaktif dan sedang memproses pembuatan film animasi.
"Anak-anak sangat menyukai visual. Melalui film animasi ini, kami menyelipkan edukasi pentingnya Rah Jaro (mencuci tangan) sebelum makan jajanan setelah mereka selesai bermain. Kami juga ingin melestarikan penggunaan bahasa Aceh pada generasi muda," tuturnya.
Sehat Itu Murah, Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Program Bek Tuah Jaro ini juga berjalan selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah kepemimpinan Pj. Bupati Tarmizi, yang tengah gencar menggalakkan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah. Kebersihan diri dan kebersihan lingkungan dipandang sebagai dua pilar utama dalam mewujudkan "Aceh Barat Sehat".
Menutup dialog, Hanifa mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus mengeluarkan biaya tinggi.
"Masyarakat sering mengabaikan karena kumannya tidak kasatmata. Padahal, sehat itu sebenarnya murah. Kita tidak perlu buang-buang uang, cukup dengan disiplin mencuci tangan kita sudah bisa memotong rantai penyakit. Ingat, berikhtiar mencegah selalu jauh lebih baik dan lebih mudah daripada mengobati," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....