Mengapa Daging Kambing Tidak Selalu Sebabkan Kolesterol Naik? Ini Faktanya

  • 25 Mei 2026 21:22 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Daging kambing kerap dicap sebagai “biang kerok” kolesterol tinggi, terutama saat momen tertentu seperti Iduladha. Banyak masyarakat masih meyakini bahwa konsumsi daging kambing otomatis menyebabkan kolesterol naik. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Berbagai kajian gizi juga menunjukkan bahwa dampaknya terhadap kadar kolesterol darah tidak hanya ditentukan oleh jenis daging, tetapi juga porsi konsumsi, cara pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan.

Secara nutrisi, daging kambing termasuk daging merah yang memiliki kandungan lemak relatif lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging merah lainnya. Berdasarkan kajian dalam Darussalam Nutrition Journal yang diterbitkan melalui penelitian Hardiansyah (2023), dalam 100 gram daging kambing terdapat sekitar 21,02 gram protein, lemak sekitar 0,52 gram, serta kolesterol sekitar 27,74 mg. Angka ini tergolong moderat dibandingkan beberapa jenis daging merah lain maupun produk olahan tinggi lemak. Studi lain dalam Journal of Technology and Chemical Industry Universitas Diponegoro menyebutkan bahwa kadar kolesterol pada daging kambing berkisar sekitar 3,2 mg per gram dan masih dapat dipengaruhi oleh proses pengolahan pascapanen.

Ahli gizi menjelaskan bahwa peningkatan kolesterol dalam darah lebih dipengaruhi oleh asupan lemak jenuh secara keseluruhan, bukan semata dari satu jenis makanan. Lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.

Selain itu, metode pengolahan juga berperan penting. Daging kambing yang dimasak dengan cara digoreng menggunakan minyak berlebih atau dimasak dengan santan tinggi lemak berpotensi meningkatkan kadar kolesterol lebih tinggi dibandingkan metode memasak seperti merebus, memanggang, atau mengukus.

Sejumlah literatur kesehatan juga menegaskan bahwa faktor utama pemicu kolesterol tinggi adalah pola makan tidak seimbang, kurang konsumsi serat, serta gaya hidup yang minim aktivitas fisik. Dengan demikian, konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar tidak serta-merta menyebabkan lonjakan kolesterol jika diimbangi dengan pola hidup sehat.

Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa peningkatan kolesterol LDL (low-density lipoprotein) lebih erat kaitannya dengan pola konsumsi lemak jenuh dan trans lemak secara berlebihan, bukan hanya dari satu jenis makanan tertentu.

Dengan kata lain, seseorang yang mengonsumsi daging kambing dalam porsi wajar, disertai konsumsi sayur, buah, serta aktivitas fisik teratur, belum tentu mengalami peningkatan kolesterol yang signifikan.

Daging kambing tidak selalu menjadi penyebab utama naiknya kolesterol. Faktor yang lebih menentukan adalah porsi konsumsi, cara pengolahan, serta pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan. Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi seimbang, daging kambing tetap dapat menjadi sumber protein hewani yang aman bagi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....