Tips Aman Konsumsi Daging bagi Pasien Cuci Darah
- 31 Mei 2026 16:14 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Pasien hemodialisis atau HD tetap membutuhkan asupan protein untuk menjaga kondisi tubuh dan mencegah penurunan massa otot. Namun, konsumsi daging bagi pasien HD perlu diperhatikan agar tidak memicu gangguan kesehatan lainnya.
Hemodialisis merupakan prosedur cuci darah yang dilakukan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Dalam kondisi ini, pola makan menjadi bagian penting untuk membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh. Dikutip rri.co.id pada Sabtu 30 Mei 2026, dari berbagai sumber.
1.Protein Tetap Dibutuhkan:
Dokter dan ahli gizi menyebut pasien HD membutuhkan protein lebih banyak dibanding penderita gangguan ginjal yang belum menjalani cuci darah. Protein membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh. Daging sapi tanpa lemak, ayam, ikan, dan telur menjadi beberapa sumber protein yang sering dianjurkan dalam jumlah tertentu sesuai kebutuhan pasien.
2.Pilih Daging Rendah Lemak:
Pasien HD disarankan memilih daging rendah lemak agar tidak meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
| Baca juga: Simak Tips Aman sebelum Mendonorkan Darah |
Pengolahan juga perlu diperhatikan. Daging sebaiknya dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, bukan digoreng berlebihan.
3.Hindari Konsumsi Berlebihan:
Meski penting sebagai sumber protein, konsumsi daging secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja tubuh, terutama jika disertai kadar fosfor dan garam yang tinggi. Pasien HD juga perlu membatasi makanan olahan seperti sosis, daging asap, atau makanan instan karena umumnya mengandung sodium yang tinggi.
4.Perhatikan Asupan Cairan dan Garam:
Selain konsumsi daging, pasien HD juga harus mengontrol asupan cairan, garam, dan makanan tinggi kalium sesuai anjuran dokter. Pola makan yang tepat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama menjalani terapi hemodialisis rutin.
5.Konsultasi dengan Ahli Gizi Sangat Dianjurkan:
Kebutuhan nutrisi setiap pasien HD dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan, berat badan, dan frekuensi cuci darah. Karena itu, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jumlah konsumsi daging dan pola makan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....