Psoriasis: Penyakit Kulit Kronis, Ini Faktor Penyebab dan Terapi
- 20 Apr 2026 18:46 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Psoriasis merupakan penyakit kulit kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem imun tubuh yang menyerang sel kulit sehat, sehingga memicu peradangan dan percepatan pertumbuhan sel kulit. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah tebal, bersisik putih keperakan, serta rasa gatal yang dapat muncul berulang atau kambuh.
Menurut World Health Organization (WHO, 2016) dalam Global Report on Psoriasis, penyakit ini tergolong tidak menular, namun dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya, baik secara fisik maupun psikologis.
Psoriasis terjadi ketika sistem imun mengalami disfungsi sehingga mempercepat siklus regenerasi kulit dari kondisi normal sekitar satu bulan menjadi hanya beberapa hari. Akibatnya, sel kulit menumpuk di permukaan dan membentuk plak.
Sejumlah penelitian, termasuk dalam Jurnal Medika Dermatologi Indonesia (2022), menyebutkan bahwa psoriasis bersifat multifaktorial, yaitu dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor pemicu yang umum antara lain stres, infeksi, cedera kulit, obesitas, merokok, konsumsi alkohol, serta efek samping obat tertentu.
Gejala psoriasis umumnya berupa bercak merah bersisik tebal, kulit kering dan pecah-pecah, rasa gatal atau perih, hingga perubahan pada kuku seperti penebalan atau titik-titik kecil (pitting). Area yang sering terkena meliputi siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, serta telapak tangan dan kaki.
Hingga saat ini, psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, namun dapat dikendalikan. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), penanganan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari obat topikal seperti kortikosteroid dan pelembap, fototerapi menggunakan sinar ultraviolet terkontrol, hingga obat sistemik dan terapi biologis untuk kasus sedang hingga berat.
Sementara itu, National Psoriasis Foundation (NPF) menekankan pentingnya perubahan gaya hidup seperti mengelola stres, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta menjaga kelembapan kulit untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan.
Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, gejala psoriasis dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat beraktivitas secara normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....