Bawang Putih Bermutu dari Benih Sehat, Bagaimana Caranya?

  • 03 Agt 2026 21:51 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Produksi bawang putih bermutu tinggi harus diawali dengan pemilihan benih yang sehat dan bebas dari virus. Hal ini menjadi faktor penting karena bawang putih diperbanyak secara vegetatif menggunakan siung umbi, sehingga kualitas benih sangat menentukan hasil panen.

Penggunaan benih yang terinfeksi penyakit dapat menyebabkan penurunan kualitas dan produktivitas secara berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan budidaya bawang putih ditentukan oleh kombinasi seleksi benih unggul, sterilisasi, teknik budidaya yang tepat, serta pengelolaan pascapanen.

Dalam proses seleksi benih, petani disarankan memilih siung dengan kondisi fisik yang baik, seperti pangkal batang berisi penuh, tekstur keras, dan berat berkisar antara 1,5 hingga 3 gram per siung. Selain itu, benih sebaiknya berasal dari umbi yang telah disimpan selama 6 hingga 8 bulan agar masa dormansi selesai.

Untuk memastikan kualitas, benih juga dapat diuji melalui metode perendaman dalam air. Benih yang baik akan tenggelam, sementara benih yang kosong atau rusak akan mengapung. Ciri lainnya adalah kulit benih berwarna cerah dan bebas dari bercak hitam atau tanda serangan hama dan penyakit.

Selain metode konvensional, terdapat pula teknik peningkatan kualitas genetik secara inkonvensional melalui perendaman umbi menggunakan larutan kolkhisin dengan konsentrasi tertentu.

Setelah benih siap, tahapan budidaya menjadi faktor penentu berikutnya. Persiapan lahan dilakukan dengan menggemburkan tanah lempung berpasir dengan pH antara 6 hingga 6,8. Petani juga dianjurkan membuat bedengan setinggi 30 sentimeter serta menambahkan dolomit dan pupuk kandang sebelum masa tanam.

Bawang putih optimal ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 800 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, serta suhu berkisar 20 hingga 28 derajat Celcius. Penyiraman dilakukan secara rutin 2 hingga 3 kali dalam seminggu dengan menjaga kondisi tanah agar tidak tergenang.

Untuk menjaga kemurnian varietas, seleksi lapangan atau roguing perlu dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada umur tanaman 30 hingga 35 hari, 80 hingga 90 hari, dan menjelang panen. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan tanaman yang terinfeksi virus atau tumbuh tidak seragam.

Sementara itu, penanganan pascapanen juga tidak kalah penting. Hasil panen perlu dikeringkan di ruangan sejuk dengan ventilasi baik guna menurunkan kadar air dan memperpanjang masa simpan bawang putih.

Dengan penerapan teknik yang tepat sejak pemilihan benih hingga pascapanen, diharapkan produktivitas dan kualitas bawang putih nasional dapat terus meningkat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....