Mahasiswa UTU Serahkan Alat Early Warning System untuk Desa Gajah Ayee
- 01 Mar 2026 16:39 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Mahasiswa Berdampak Universitas Teuku Umar menyerahkan alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Desa Gajah Ayee Kecamatan Pidie, Kamis 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Sumatra yang dilaksanakan akhir tahun lalu.
Sebanyak 50 mahasiswa UTU dari tujuh program studi terlibat dalam kegiatan ini dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Selama pelaksanaan program mahasiswa didampingi tim pengabdian yang dipimpin dosen Program Studi Teknik Sipil Delfian Masrura MT CRA CRP bersama Fitry Hasdanita ST MT dan Ir Arrazy Elba Ridha SST MT.
Program tersebut merupakan respons atas bencana banjir yang kerap melanda Desa Gajah Ayee. Secara geografis desa yang berada di wilayah hilir sungai itu rawan terdampak limpasan air dengan kenaikan debit yang sering terjadi tanpa peringatan dini sehingga membahayakan keselamatan warga.

Ketua tim pengabdian Delfian menjelaskan alat yang diserahkan dilengkapi sensor tinggi muka air sistem notifikasi sirine serta pengiriman informasi melalui jaringan seluler. Dengan sistem ini masyarakat diharapkan memiliki waktu lebih cepat untuk melakukan evakuasi mandiri maupun penyelamatan aset penting.
“Alat ini dirancang sederhana agar mudah dipelihara dan dapat dioperasikan langsung oleh perangkat desa. Kami juga telah memberikan pelatihan teknis kepada aparatur dan kelompok masyarakat,” ujarnya.
Selain pemasangan alat peringatan dini mahasiswa juga melaksanakan sejumlah program pendukung seperti penanaman pohon di bantaran sungai pemetaan titik rawan banjir dan jalur evakuasi gotong royong pembersihan sungai pengukuran pH air serta sosialisasi mitigasi bencana. Seluruh kegiatan melibatkan kelompok PKK petani pemuda dan aparatur gampong sebagai upaya penguatan kapasitas kelembagaan lokal.
Setelah satu bulan melaksanakan pengabdian mahasiswa dilepas secara resmi oleh Keuchik Desa Gajah Ayee Husaini. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UTU
“Ini bukan yang hanya alat, tapi bentuk kepedulian dan transfer pengetahuan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sekretaris Camat Pidie Rangga Fadila turut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi atas dukungan program tersebut. “ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi hadir di tengah masyarakat sebagai solusi berbasis sains dan teknologi,” katanya.
Program ini juga dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan terutama dalam aspek penanganan perubahan iklim inovasi dan penguatan infrastruktur mitigasi bencana. Dengan selesainya kegiatan tersebut Desa Gajah Ayee diharapkan dapat menjadi percontohan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi di Kabupaten Pidie serta direplikasi di wilayah rawan banjir lainnya di Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....