Spada Pro 2 Jaga Lingkungan lewat Pertanian Ramah Lingkungan

  • 08 Jul 2026 08:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Menjadi petani di era modern bukan lagi soal bergelut dengan lumpur tanpa ilmu, melainkan tentang inovasi, edukasi, dan keberlanjutan. Melalui program Selamat Pagi Teman Pro 2 (Spada) yang disiarkan oleh RRI Pro 2 Meulaboh, Sabtu 3 Juli 2026.

Topik mengenai peran penting generasi muda dalam sektor agraria dikupas tuntas bersama narasumber kompeten. Dipandu oleh host Nanda, edisi SPADA kali ini menghadirkan Kamalia Ulfa, S.P., M.Si., seorang Dosen Agribisnis dari Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU).

Diskusi interaktif ini mengusung tema besar: "Mencanangkan Bumi Lewat Pertanian Ramah Lingkungan". Bukan Asal Tanam, Petani Milenial Harus Penuh Edukasi.

Dalam pemaparannya, Kamalia Ulfa menekankan bahwa generasi muda yang ingin terjun ke dunia pertanian—atau yang kini populer dengan istilah 'Petani Berdasi'—harus membekali diri dengan literasi dan edukasi yang matang. Menjadi petani modern berarti mampu mengintegrasikan teknologi dan manajemen bisnis yang cerdas ke dalam pengelolaan lahan.

"Petani berdasi itu simbol petani modern. Mereka tidak hanya tahu cara menanam, tapi juga paham analisis pasar, pemanfaatan teknologi, hingga pentingnya menjaga ekosistem pangan yang berkelanjutan," ujar Kamalia dalam siaran tersebut.

Stop Pakai Pupuk 'Asal-Asalan' Demi Kelestarian Tanah

Baca juga: 5 Manfaat tembakau

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai kebiasaan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan atau asal-asalan demi mengejar hasil panen instan. Kamalia mengingatkan dampak jangka panjang yang merusak kesuburan tanah dan mencemari lingkungan sekitar jika pola tersebut terus dilanjutkan.

Pertanian ramah lingkungan menjadi solusi mutlak. Penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, serta pemahaman terhadap dosis dan kebutuhan nutrisi tanah yang tepat adalah kunci utamanya.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan pupuk secara asal-asalan. Tanah memiliki batas kejenuhan. Jika lingkungan rusak, yang rugi adalah keberlanjutan pangan kita sendiri di masa depan. Di sinilah peran petani milenial yang teredukasi untuk membawa perubahan dan mempraktikkan sustainable agriculture," tambahnya.

Harapan untuk Regenerasi Sektor Pertanian di Barat Selatan Aceh

Melalui ruang dengar RRI Pro 2 Meulaboh, Nanda selaku pemandu acara juga mengajak Teman Pro 2 (sebutan untuk pendengar setia) untuk mengubah mindset negatif tentang profesi petani. Sektor agribisnis saat ini justru menawarkan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan jika dikelola secara profesional.

Program SPADA ini diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa, pemuda, dan masyarakat di wilayah Aceh Barat dan sekitarnya untuk mulai peduli pada kelestarian bumi sekaligus melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang keren, cerdas, dan berdampak positif bagi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....