Julia Rizki Tantangan Mengajar Bahasa Inggris di Era AI

  • 08 Jul 2026 09:15 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID.Meulaboh – Dua tahun sudah Julia Rizki, M.Pd., mendedikasikan dirinya sebagai dosen Bahasa Inggris di Universitas Teuku Umar (UTU). Merantau dari Banda Aceh ke Meulaboh memberikan warna tersendiri dalam perjalanan karier dan kehidupan pribadinya. Selasa 7 Juli 2026.

Bagi perempuan yang akrab disapa Miss Julia ini, Meulaboh menawarkan atmosfer yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan ibu kota provinsi. Menurutnya, Meulaboh jauh lebih tenang (quiet) dan ramah bagi mereka yang mencari keseimbangan antara padatnya rutinitas akademis dan kedamaian pikiran.

Di sela-sela kesibukannya yang padat mengajar mahasiswa, Miss Julia kerap meluangkan waktu untuk healing. Deretan kafe di pinggir laut Meulaboh menjadi tempat favoritnya untuk melepas penat. Menikmati semilir angin pantai dan suara ombak sambil menyeruput kopi terbukti ampuh mengembalikan energinya sebelum kembali ke ruang kelas.

Tantangan Mengajar di Era Digital

Sebagai seorang pendidik di era gen-Z dan alfa, Miss Julia mengakui bahwa tantangan mengajar Bahasa Inggris saat ini telah mengalami pergeseran. Secara substansi materi, tantangannya mungkin serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kehadiran teknologi yang kian mumpuni secara drastis mengubah cara mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas.

"Sekarang mahasiswa jauh lebih mudah mengerjakan tugas karena semua teknologi ada di genggaman mereka," ujarnya.

Menyikapi fenomena ini, terutama maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI), Miss Julia memiliki pandangan yang bijak dan terbuka. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melarang mahasiswa memanfaatkan AI dalam proses belajar.

Pesan Miss Julia: Jadikan AI Mitra, Bukan Pengganti Proses

Bagi Miss Julia, kunci utama berada pada pemanfaatan yang tepat. AI harus diposisikan sebagai alat bantu untuk mempermudah, bukan untuk mematikan kemampuan berpikir kritis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya belajar Bahasa Inggris secara organik melalui berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penguasaan bahasa tidak akan matang jika hanya mengandalkan hasil instan dari teknologi. Oleh karena itu, ia memberikan beberapa tips penting bagi generasi muda:

Manfaatkan Media Populer: Belajar bisa lewat hal-hal yang disukai, seperti membedah lirik lagu barat, menonton film tanpa subtitle, atau membaca berita internasional.

Jangan Tinggalkan Buku: Buku teks, novel, dan literatur fisik tetap menjadi fondasi utama untuk memperkaya kosakata (vocabulary) dan pemahaman tata bahasa (grammar) secara mendalam.

Praktik Multiaspek: Kemampuan berbahasa harus diasah dari empat pilar utama secara seimbang: listening, speaking, reading, dan writing.

"Teknologi itu bonus, tapi pemahaman yang tertanam di kepala lewat proses membaca buku dan menikmati karya berbahasa Inggris adalah investasi jangka panjang yang sesungguhnya," pungkas Miss Julia.

Melalui perpaduan antara ketenangan kota Meulaboh dan pemikiran adaptifnya terhadap teknologi, Miss Julia terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda UTU yang tidak hanya cakap berbahasa Inggris, tetapi juga bijak dalam berteknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....