Inovasi Kopi Mangrove UTU Dipresentasikan dalam Sesi USM
- 07 Nov 2025 11:46 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Potensi buah mangrove sebagai bahan baku marine coffee atau kopi laut diperkenalkan dalam sesi Research Sharing Session di Universiti Sains Malaysia (USM), Selasa (4/11/2025). Paparan disampaikan oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., bertepatan dengan penandatanganan Memorandum Perjanjian (MoA) antara UTU dan USM.
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi kedua perguruan tinggi untuk berbagi hasil riset terkini di bidang kelautan dan perikanan. Riset yang dipimpin Prof. Ismail menarik perhatian peserta karena mengangkat pemanfaatan buah mangrove sebagai minuman alternatif pengganti kopi, yang dinilai memiliki peluang ekonomi dan nilai keberlanjutan tinggi.
Dalam presentasinya, Prof. Ismail menjelaskan proses pengolahan buah mangrove mulai dari penyiapan, pengurangan kadar tanin, hingga proses pemanggangan (roasting) untuk menghasilkan cita rasa yang dapat diterima konsumen. Ia juga memaparkan kandungan nutrisi, antioksidan, serta senyawa bioaktif yang berpotensi memberi manfaat kesehatan.

Selain aspek teknis, Prof. Ismail menekankan pentingnya pengembangan produk ini sebagai bentuk diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, pemanfaatan buah mangrove sebagai marine coffee tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendorong pelestarian ekosistem bakau.
“Mengubah buah mangrove yang sering terabaikan menjadi produk bernilai jual tinggi seperti marine coffee adalah langkah menuju ekonomi biru yang inovatif, Ini membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan sambil menjaga kelestarian hutan bakau,” ujarnya.
Sesi berbagi penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kerja sama antara USM dan UTU pasca-penandatanganan MoA, yang berfokus pada penguatan kolaborasi riset di bidang biodiversitas akuatik, akuakultur, dan perikanan berkelanjutan.
Para akademisi dari kedua institusi menyambut baik gagasan tersebut, sebagai wujud komitmen bersama untuk menghadirkan penelitian berdampak tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat regional dan pengelolaan sumber daya akuatik di Asia Tenggara. Riset kopi mangrove ini juga diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pengembangan produk-produk fungsional berbasis kelautan lainnya melalui kolaborasi berkelanjutan USM–UTU.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....