Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Serahkan Penghargaan Inovasi Dosen UTU Meulaboh

  • 03 Jul 2026 15:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Meulaboh - Universitas Teuku Umar (UTU) menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah tim dari Fakultas Ilmu Kesehatan yang dipimpin oleh Dr. Kiswanto meraih Juara 1 dalam kategori Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik.

Penghargaan tersebut diraih setelah tim mempresentasikan capaian program pemulihan bencana Sumatra dalam Seminar Dampak yang berlangsung di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Medan, Kamis 2 Juni 2026.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dr. Kiswanto, M.Si., dan tim mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UTU menginisiasi program pemberdayaan di Kabupaten Pidie Jaya, daerah yang kerap dilanda bencana banjir.

Tim fokus pada penyediaan "Inovasi Pengolahan Air Siap Minum Portabel dan Ketahanan Pangan Mandiri".

Melalui inisiatif ini, Berhasil menghadirkan teknologi pengolahan air minum portabel, mengembangkan kebun hidroponik, serta melaksanakan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan akses air bersih, ketahanan pangan, dan pemenuhan gizi warga korban banjir.

"Penghargaan ini kami dedikasikan untuk masyarakat Pidie Jaya. Fokus kami sejak awal adalah bagaimana teknologi yang kami bawa dari kampus bisa langsung menyelesaikan masalah krusial pascabencana, seperti ketersediaan air bersih dan gizi anak-anak," ujar Kiswanto.

Penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh tim di lapangan yang berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh Dr. Kiswanto dan tim. Ia menilai prestasi ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi kemaslahatan publik.

"Selamat kepada Dr. Kiswanto dan tim atas prestasi luar biasa ini. Capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika UTU untuk memproduksi lebih banyak inovasi yang relevan dalam menyelesaikan persoalan sosial dan kebencanaan di Aceh maupun nasional," tutur Nyak Amir.

Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, sebagai forum diseminasi hasil Program Mahasiswa Berdampak. Acara ini menjadi ruang untuk menampilkan inovasi dan praktik baik yang dihadirkan mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Melalui program ini, Kemdiktisaintek berupaya mengoptimalkan peran kampus dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahun 2026, program ini menarik minat besar dengan masuknya 606 proposal dari berbagai perguruan tinggi.

Dari jumlah tersebut, Kemdiktisaintek mendanai 202 proposal dengan total anggaran mencapai Rp21,9 miliar, serta menghadirkan 60 tim pelaksana terbaik untuk mendiseminasikan hasil programnya ke masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....