Festival Nipah Dorong Ekonomi Pelestarian Budaya Berbasis Masyarakat
- 14 Sep 2026 23:44 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Seluruh masyarakat Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, menggelar Kegiatan Festival Nipah 2026 di lapangan Desa Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat.
Festival yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 15 September 2026 tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan penguatan ekonomi dan budaya desa melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa yang dibina Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Pembukaan Festival Nipah 2026 tersebut ditandai dengan pemukulan rapai oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat, bersama Unsur dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Direktur Festival Nipah 2026, Adriman, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk masyarakat Desa Suak Timah dan Kecamatan Samatiga,
“Festival ini merupakan ruang pamer bagi produk dan aktivitas budaya yang telah dikembangkan masyarakat, meliputi olahan buah Nipah, rumput laut, serta olahan makanan minuman lainnnya dalam Festival ini menjadi ruang pertemuan antara karya masyarakat, pengunjung dan pasar,” ujar Adriman.
Ia menjelaskan, Desa Suak Timah sebelumnya telah mendapatkan pembinaan melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dari Kementerian Kebudayaan RI di bawah Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga dan Pranata Kebudayaan, sehingga Program tersebut membawa Desa Suak Timah memperoleh apresiasi pada 2025 dan kemudian dilanjutkan dengan Aktivasi Pengembangan Ekonomi Budaya pada 2026.
Dalam pelaksanaan program tersebut masyarakat terlebih dahulu mengikuti sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas, meliputi Workshop Pengolahan Produk Kuliner Berbahan Dasar Nipah, Workshop Pengolahan Produk Kriya Berbahan Dasar Nipah, Lokakarya Pengembangan Produk Wisata Berbasis Masyarakat, Workshop Inovasi Kasab, Workshop Promosi Produk Kuliner dan Kriya melalui Media Sosial, serta Workshop Manajemen Pengelolaan UMKM.
“Setelah melalui proses tersebut, hari ini kami melanjutkannya melalui Festival Nipah 2026 sebagai ruang pamer bagi produk dan aktivitas budaya yang telah dikembangkan masyarakat,” katanya.
Dalam festival tersebut, terdapat pelaku pelaku UMKM di desa - desa di Kecamatan Samatiga, dan Selain itu juga, melibatkan UMKM dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, serta dari sekolah sekolah di Kecamatan Samatiga
Adriman menambahkan,Untuk mendukung pengembangan tersebut, pengelola Festival Nipah 2026 telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Aceh Barat, Dekranas Aceh Barat, serta bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat.
Kerja sama juga dilakukan dengan Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Teuku Umar dalam pendampingan UMKM masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Barat dan seluruh OPD yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, dan berharap program ini terus berlanjut dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Adriman.
Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP, mengatakan Desa Suak Timah Kecamatan Samatiga Aceh Barat merupakan salah satu desa yang memperoleh apresiasi dan Penghargaan sebagai desa budaya terbaik tingkat nasional.
atas keberhasilannya menjalankan pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat secara berkelanjutan, Program tersebut mendorong desa agar menempatkan kebudayaan tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai ekosistem hidup yang dapat memperkuat identitas, kohesi sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat menjadi subjek utama dalam pengelolaan kebudayaan. Pemerintah pusat terus mendorong desa-desa untuk mengeksplorasi potensi dan menciptakan ikon-ikon baru, sehingga kebudayaan dapat menjadi bagian dari upaya memajukan desa,” kata Irini.
Di tempat yang sama salah satu pelaku UMKM Festival Nipah Rahmi marlinda mengatakan olahan buah Nipah di jadikan makanan tradisional berbentuk dodol sebagai cemilan makanan yang di konsumsi masyarakat.
" Iya olahan masih menggunakan tradisional dan membutuhkan kesabaran dalam olahan memasak makanan tradisional tersebut, dan harapannya agar pemerintah daerah dapat membantu masyarakat dalam pemasaran serta kebutuhan tempat alat alat masak yang didukung mesin teknologi, sehingga dapat di persingkat waktu produksi dan produksi dapat lebih banyak ",tuturnya
Festival Nipah 2026 diharapkan menjadi salah satu model pengembangan kebudayaan berbasis masyarakat yang mampu menghubungkan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi lokal, pariwisata dan pemberdayaan UMKM di Bumi Teuku Umar Kabuoaten Aceh Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....