Kerajinan Kasab Aceh Barat Bertahan, Angkat Nilai Budaya dan Ekonomi

  • 09 Apr 2026 13:07 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Dim 0105, Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, telah mengembangkan usaha kerajinan kasab sejak tahun 2000. Usaha ini awalnya dirintis untuk menambah penghasilan keluarga sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Kerajinan kasab Aceh di Kabupaten Aceh Barat terus bertahan sebagai warisan budaya bernilai seni tinggi sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ny. Ema Mutiara Deka, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Dim 0105, menjelaskan bahwa kerajinan kasab Aceh merupakan salah satu warisan budaya daerah yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus bernilai ekonomi.

Keterampilan menyulam kasab diperoleh secara turun-temurun dari keluarga. Selain memiliki nilai jual, kerajinan kasab juga menjadi media pelestarian identitas budaya Aceh melalui ragam motif tradisional yang sarat makna filosofis,” ujar Ny. Ema Mutiara Deka, dalam siaran persnya kepada RRI.

Dalam proses produksi, pengrajin menggunakan bahan utama kain beludru dan kain bridal yang dipadukan dengan benang emas, perak, serta benang warna-warni berkualitas. Pembuatan kasab masih dilakukan secara manual, dimulai dari pembuatan motif hingga proses penyulaman tangan di atas meja kayu.

Waktu pengerjaan bervariasi, mulai dari satu minggu hingga satu bulan, tergantung jenis dan tingkat kerumitan produk. Motif yang umum digunakan antara lain Pucok Rebung, Pinto Aceh, dan Sulubayung, yang masing-masing memiliki makna simbolis seperti harapan, kerendahan hati, hingga keindahan dan keharmonisan hidup.

Beragam produk dihasilkan dari kerajinan ini, mulai dari pelaminan Aceh, perlengkapan adat pesijuk, busana, songket, tas, hingga hiasan dinding. Produk tersebut dipasarkan secara langsung, melalui media sosial, serta pameran budaya dengan target pasar wisatawan dan masyarakat lokal. Bahkan, pesanan juga datang dari luar daerah.

Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan modal, ketersediaan bahan baku berkualitas, serta minimnya minat generasi muda untuk melanjutkan kerajinan kasab.

Usaha ini turut melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Dukungan dari Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda juga berperan dalam menjaga keberlangsungan usaha tersebut.

Pada ajang “Persit Bisa”, UMKM kerajinan kasab Aceh Barat turut berpartisipasi dengan menampilkan inovasi pada identitas produk dan strategi promosi yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisional.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus melestarikan warisan budaya Aceh agar dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....