UMKM Padusi Tapa Kembangkan Produk Sereh Wangi Aceh Selatan
- 09 Apr 2026 12:46 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) “Padusi Tapa” di Kabupaten Aceh Selatan mengembangkan produk berbasis sereh wangi. Bisnis ini diinisiasi Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/ Aceh Selatan, Korem 012/TU, Kodam Iskandar Muda (IM) sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas pasar produk turunan minyak atsiri.
Aceh Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik dengan aroma kuat yang berpotensi diolah menjadi minyak atsiri. Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/ Aceh Selatan, Kodam Iskandar Muda.
"UMKM ini mulai dirintis untuk usaha pengolahan sereh wangi sejak 2020. Padusi Tapa memproduksi minyak sereh wangi dengan metode tradisional.," ujar Ny. Sinar Hayani, dalam siaran pers diterima RRI.CO.ID, Kamis 9 April 2025.
Dijelaskan, untuk proses produksinya sekitar 7 hingga 8 kilogram bahan baku direbus selama 12 jam untuk menghasilkan minyak, kemudian didiamkan semalaman guna memisahkan kotoran dan sisa air.

Seiring perkembangan usaha, UMKM ini tidak hanya memproduksi minyak sereh wangi, tetapi juga mengembangkan berbagai produk turunan seperti lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, cairan pembersih lantai, sabun cuci piring, hingga produk roll-on sereh. Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan, sementara produk aromaterapi diminati kalangan muda karena memberikan efek relaksasi.
Produk pembersih lantai berbasis sereh juga diminati karena selain membersihkan, dinilai mampu membantu mengusir nyamuk. Sementara sabun cuci piring berbahan sereh dikenal efektif menghilangkan lemak serta aman di tangan.
Untuk pemasaran, produk “Padusi Tapa” saat ini masih didominasi di lingkungan Persit dan mitra Kodim 0107/Aceh Selatan, termasuk perbankan dan pemerintah daerah. Promosi juga dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi.
Dari sisi legalitas, produk ini telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) sejak 2023. Pengelola saat ini tengah mengupayakan pengurusan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memperluas jangkauan pasar, meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas produksi.
UMKM ini juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan lingkungan. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan tercatat mencapai sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta.
Dukungan dari Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda turut mendorong perkembangan usaha tersebut. Selain itu, keikutsertaan “Padusi Tapa” dalam ajang “Persit Bisa” menjadi sarana promosi sekaligus penguatan identitas merek melalui inovasi kemasan.
Nama “Padusi Tapa” sendiri diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan yang mencerminkan peran perempuan dalam berkarya dan berkontribusi terhadap ekonomi keluarga. Melalui inovasi berkelanjutan, UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan di pasar yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....