Harga Komoditas di Aceh Barat Berfluktuasi, Pemerintah Intervensi

  • 18 Sep 2026 23:29 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat mengalami fluktuasi. Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) terus melakukan pemantauan untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.

Kepala Disperindagkop Aceh Barat, Khairuzzadi, S.STP mengatakan kenaikan harga saat ini terjadi pada sejumlah komoditas, di antaranya ayam dan gula. Untuk komoditas gula, pemerintah telah melakukan subsidi guna menekan kenaikan harga.

"Untuk kondisi harga di pasar memang ada fluktuasi. Sekarang ini yang mengalami kenaikan salah satunya harga ayam. Kemudian ada juga gula, namun pemerintah sudah melakukan subsidi sehingga harganya bisa kita turunkan untuk sementara," ujar Khairuzadi dalam dialog bersama RRI Aceh Barat.

Menurutnya, fluktuasi harga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti berkurangnya produksi, meningkatnya permintaan, kondisi cuaca, serta momentum hari besar keagamaan.

Khairuzzadi menyebut meningkatnya permintaan masyarakat saat momentum tertentu dapat mendorong kenaikan harga. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

"Pada saat permintaan tinggi, harga akan naik. Pemerintah hadir untuk menjaga stabilisasi harga," katanya.

Ia menambahkan, salah satu komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan adalah beras premium. Beras premium tertentu masih didatangkan dari luar daerah sehingga biaya distribusi dan kondisi produksi turut memengaruhi harga.

Namun, memasuki masa panen, harga beras premium di Aceh Barat mulai mengalami penurunan dibandingkan kondisi dua bulan sebelumnya.

"Sekarang kita sudah memasuki masa panen, sehingga harga beras, khususnya beras premium, agak turun sedikit," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang berlebihan, Disperindagkop Aceh Barat melakukan pemantauan pasar setiap hari. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus mencari penyebab jika terjadi lonjakan pada komoditas tertentu.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi, seperti Dinas Pangan, Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, serta instansi vertikal lainnya, termasuk kepolisian.

Selain pemantauan, pemerintah melakukan operasi pasar dan pasar murah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi.

Khairuzadi mengatakan, pada September 2026 pasar murah telah dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada 14 dan 15 September. Kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan pada pekan berikutnya.

"Target kita adalah mengendalikan inflasi dan harga pasar. Jadi kita tetap melaksanakan pasar murah di titik-titik tertentu sehingga bisa memengaruhi harga pasar," katanya.

Ia menjelaskan, pasar murah tidak selalu dilaksanakan setiap bulan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi harga dan kebutuhan intervensi di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah mengajak masyarakat ikut membantu pengendalian harga melalui gerakan menanam. Masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sederhana, seperti cabai dan bumbu dapur.

"Kalau masyarakat semua menanam kebutuhan-kebutuhan kecil di rumah masing-masing, ini sangat membantu pengendalian harga," ujar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....