Kebiasaan Pengguna Motor Matik Bikin Komponen Cepat Rusak
- 05 Agt 2026 22:45 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Motor matik dirancang untuk memberikan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari. Meski begitu, bukan berarti kendaraan ini bebas dari risiko kerusakan akibat kesalahan pengendara.
Justru, banyak komponen seperti CVT, kampas kopling, rem, hingga mesin lebih cepat aus karena kebiasaan yang dianggap sepele.
Berikut jawapos.com merilis Rabu 5 Agustus 2026 beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar motor matik tetap prima.
1. Membiarkan Tangki Hampir Kosong
Sering mengendarai motor dengan bahan bakar yang hampir habis dapat mempercepat kerja pompa bensin. Selain itu, endapan kotoran di dasar tangki berpotensi ikut tersedot ke sistem bahan bakar sehingga mengganggu performa mesin.
2. Mengabaikan Tekanan Angin Ban
Ban yang kurang angin membuat mesin bekerja lebih berat karena hambatan gulir meningkat. Akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan usia ban lebih pendek. Periksa tekanan ban minimal seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
3. Menunda Ganti Oli Mesin dan Oli Gardan
Masih banyak pengguna yang hanya rutin mengganti oli mesin, tetapi lupa mengganti oli gardan. Padahal, oli gardan berfungsi melumasi sistem transmisi akhir pada motor matik.
Jika terlambat diganti, gesekan antarkomponen meningkat dan dapat memicu kerusakan yang lebih mahal.
4. Membawa Beban Berlebihan
Motor matik memiliki batas kapasitas angkut yang telah ditentukan pabrikan. Membawa barang atau penumpang melebihi batas tersebut membuat suspensi, ban, CVT, hingga mesin bekerja lebih berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan berbagai komponen.
5. Membuka Gas Secara Mendadak
Banyak pengendara langsung memutar gas penuh saat lampu lalu lintas berubah hijau. Padahal, akselerasi mendadak membuat v-belt, roller CVT, dan kampas kopling bekerja lebih keras sehingga umur pakainya menjadi lebih pendek.
Sebaiknya, buka gas secara bertahap agar tenaga tersalurkan lebih halus dan komponen transmisi lebih awet.
6. Tetap Menarik Gas Saat Motor Berhenti
Sebagian pengguna masih menahan putaran gas ketika berhenti di tanjakan atau lampu merah sambil menekan rem. Kebiasaan ini membuat kampas kopling CVT bergesekan terus-menerus sehingga lebih cepat aus dan menimbulkan gejala selip.
7. Jarang Membersihkan CVT
CVT merupakan salah satu komponen vital pada motor matik. Debu dan kotoran yang menumpuk di dalam rumah CVT dapat mengganggu kinerja roller, pulley, hingga v-belt. Pembersihan secara berkala sesuai jadwal servis akan menjaga performa motor tetap halus.
Perawatan Sederhana Bisa Menghemat Biaya
Merawat motor matik sebenarnya tidak sulit. Pengendara cukup menghindari kebiasaan yang merugikan, melakukan servis berkala, mengganti oli tepat waktu, serta menjaga tekanan ban dan kebersihan CVT.
Dengan perawatan yang benar, performa motor tetap optimal, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan risiko kerusakan komponen mahal dapat diminimalkan. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari ternyata memiliki pengaruh besar terhadap umur pakai kendaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....