Berikut 3 Kesalahan Fatal saat Ganti Oli Motor

  • 06 Sep 2026 15:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Ganti oli memang menjadi salah satu perawatan paling rutin pada motor. Namun, pekerjaan sederhana ini ternyata bisa berujung masalah kalau dilakukan tanpa memperhatikan beberapa hal kecil.

Kesalahan setelah mengganti oli bahkan berpotensi menyebabkan kebocoran, pelumasan tidak optimal, hingga kerusakan mesin. Karena itu, jangan buru-buru menganggap pekerjaan selesai begitu oli baru sudah masuk ke mesin. Berikut idntimes.com merilis Minggu 6 September 2026 tiga kesalahan fatal saat ganti oli motor, bikin mesin cepat jebol.

1. Lupa Memastikan Baut Pembuangan Terpasang Rapat

Setelah oli lama dikeluarkan, baut pembuangan atau drain bolt harus dipasang kembali dengan benar. Kesalahan yang sering terjadi adalah baut terlalu longgar sehingga oli merembes, atau justru dikencangkan berlebihan hingga berisiko merusak ulir.

Kebocoran kecil mungkin awalnya tidak terlihat mengkhawatirkan. Namun, jika oli terus berkurang selama motor digunakan, level pelumas bisa turun tanpa disadari. Kondisi ini tentu berbahaya karena mesin membutuhkan oli dalam jumlah yang cukup untuk menjaga komponen tetap terlumasi.

Karena itu, setelah mesin diisi oli baru, periksa area sekitar baut pembuangan. Pastikan tidak ada tetesan atau rembesan. Setelah motor digunakan beberapa saat, pemeriksaan ulang juga bisa dilakukan untuk memastikan tidak muncul kebocoran.

2. Mengabaikan Filter dan Kondisi Sekitar Mesin

Kesalahan berikutnya adalah hanya fokus mengganti oli tanpa memperhatikan filter oli jika motor memang menggunakannya. Filter berfungsi menyaring kotoran atau partikel yang terbawa dalam sistem pelumasan. Jika sudah kotor dan memang waktunya diganti, mempertahankannya terlalu lama dapat mengurangi efektivitas penyaringan.

Selain itu, area sekitar lubang pengisian oli juga sebaiknya diperhatikan. Jangan sampai kotoran masuk ketika tutup oli dibuka. Partikel kecil yang masuk ke dalam sistem pelumasan dapat ikut bersirkulasi bersama oli dan berpotensi mengganggu komponen mesin.

Setelah penggantian selesai, hidupkan mesin selama beberapa saat dan perhatikan apakah muncul suara atau indikator yang tidak normal. Kemudian matikan mesin dan cek kembali level oli sesuai prosedur yang dianjurkan pabrikan.

3. Tidak Mengecek Volume Oli Setelah Penggantian

Kesalahan pertama adalah langsung meninggalkan bengkel tanpa memastikan jumlah oli sudah sesuai. Setiap mesin memiliki kapasitas oli yang berbeda, sehingga mengisi berdasarkan perkiraan atau hanya mengandalkan ukuran botol belum tentu tepat.

Oli yang terlalu sedikit dapat membuat sejumlah komponen mesin kekurangan pelumasan. Gesekan antarkomponen pun meningkat dan suhu mesin bisa lebih tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan komponen internal mesin.

Sebaliknya, oli yang terlalu banyak juga bukan sesuatu yang boleh dianggap aman. Volume berlebihan dapat membuat komponen tertentu bekerja tidak sebagaimana mestinya dan meningkatkan tekanan di dalam sistem pelumasan. Karena itu, pengecekan menggunakan dipstick atau indikator level oli sesuai prosedur motor sangat penting.

Jadi, mengganti oli bukan sekadar membuang oli lama lalu memasukkan oli baru. Pastikan volumenya tepat, baut pembuangan tidak bocor, serta filter dan area pengisian dalam kondisi bersih. Hal-hal kecil tersebut justru bisa menentukan apakah oli baru benar-benar memberikan perlindungan optimal bagi mesin

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....