DWP Aceh Barat Bahas Ketahanan Keluarga dalam Dialog Cegah KDRT dan Narkoba

  • 05 Agt 2026 22:32 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat menggelar dialog dalam rangka Majelis Taklim bertema “Merdeka dari Belenggu Sosial, Mewujudkan Keluarga Sakinah dan Tangguh Tanpa Narkoba, KDRT serta Prostitusi” di Aula Tri Prasetya RRI Meulaboh, Rabu,5 Agustus 2026.

Dialog menghadirkan Kepala DP3AKB Aceh Barat, Mulyani, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat, AKP Sandi Saputra, serta Wakil Ketua II MPU Aceh Barat, Tengku Abdurrahman Amin.

Mulyani mengatakan kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan psikis, seksual dan penelantaran. Menurutnya, KDRT dapat terjadi di berbagai kalangan dan berdampak terhadap perempuan maupun anak.

“KDRT ini tidak mengenal siapa, terjadi di semua kalangan, tidak mengenal tingkat pendidikan maupun tingkat ekonominya,” ujar Mulyani.

Ia menyebutkan Pemkab Aceh Barat terus memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), sekaligus mendorong terciptanya lingkungan ramah anak di keluarga, desa dan sekolah.

Sementara itu, AKP Sandi Saputra menyampaikan penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, keluarga dan kehidupan sosial. Ia menilai remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terpengaruh karena pergaulan dan rasa ingin mencoba.

“Memang dalam keluarga harus menjadi benteng, salah satunya untuk komunikasi,” katanya.

Sandi juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba.

Tengku Abdurrahman Amin menekankan pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter sejak dini dalam membangun keluarga sakinah. Ia juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan lingkungan pergaulan anak.

“Coba kita beri perhatian kepada keluarga, cek anak-anak kita ke mana dia pergi, ke mana, siapa temannya. Upayakan kita menjadi teman akrabnya,” ujar Tengku Abdurrahman.

Dialog kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta Majelis Taklim. Sejumlah persoalan dibahas, di antaranya KDRT, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, serta perlindungan bagi masyarakat yang memberikan informasi terkait narkoba.

Melalui kegiatan tersebut, DWP Aceh Barat mendorong penguatan kolaborasi antara keluarga, masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum dan lembaga keagamaan dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial di Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....