FTBI Aceh Barat Dorong Generasi Muda Bangga Berbahasa Aceh
- 18 Sep 2026 08:08 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Aceh Barat digelar selama tiga hari, 15–17 September 2026, di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP sebagai upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa Aceh.
FTBI merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang direalisasikan melalui Balai Bahasa Provinsi. Program tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian bahasa daerah di tengah semakin berkurangnya penutur bahasa daerah, khususnya dari kalangan generasi muda.
Aceh memiliki beragam bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu bagi masyarakat di berbagai wilayah. Pada pelaksanaan FTBI Aceh Barat tahun ini, bahasa yang diangkat dalam perlombaan adalah bahasa Aceh. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendorong generasi muda agar mengenal, menggunakan, dan memiliki kebanggaan terhadap bahasa daerah.
Staf Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat sekaligus panitia FTBI Aceh Barat 2026, Lisma Nazrah, S.E., M.Si., AAP., mengatakan FTBI menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah semakin berkurangnya penutur, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pelibatan pelajar tingkat SD dan SMP dalam festival tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi penerus untuk mengenal dan menggunakan bahasa Aceh.
“Kita maunya penutur bahasa Aceh dari kalangan muda, dari generasi penerus. Makanya diminta dari golongan tingkat SMP dan tingkat SD,” ujar Lisma.
Dalam pelaksanaannya, FTBI Aceh Barat mempertandingkan enam cabang lomba yang seluruhnya menggunakan bahasa Aceh. Cabang tersebut yakni Buhak (mendongeng), Pidatoe (pidato), Meucagok (stand-up comedy), Lagu Jameun (tembang kenangan), Calitra Paneuk (cerita pendek), serta pengarang dan membaca hadih (puisi).
Para peserta dari tingkat SD dan SMP mengikuti perlombaan sesuai cabang yang tersedia. Bahkan, pada lomba Calitra Paneuk, peserta dituntut menulis cerita pendek menggunakan bahasa Aceh.
Aceh Barat sendiri baru dua tahun menjadi daerah pelaksana FTBI setelah dipilih oleh Balai Bahasa. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan di Aceh Barat pada 2025 dan kembali digelar pada 2026.
Dari enam cabang lomba dengan kategori SD dan SMP, akan ditetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Para pemenang nantinya berpeluang mewakili Aceh Barat untuk mengikuti FTBI tingkat Provinsi Aceh, yang direncanakan berlangsung pada 23–29 Oktober 2026 mendatang.
Secara keseluruhan, terdapat 36 peserta yang berpotensi dikirim ke tingkat provinsi untuk bersaing dengan perwakilan dari sejumlah kabupaten lain di Aceh.
Lisma mengatakan, pelaksanaan FTBI tidak semata-mata bertujuan mencari peserta yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus membangun mental peserta didik agar memiliki kebanggaan terhadap bahasa daerah.
“Yang jelas harapannya kita bukan soal anak yang menang atau yang kalah, tetapi lebih pada pendidikan mental dan mendidik mereka untuk bangga berbahasa Aceh atau berbahasa ibu,” ujarnya.
Melalui FTBI, generasi muda diharapkan semakin mengenal bahasa Aceh dan memiliki rasa bangga untuk mempertahankan penggunaannya sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....