Lahirkan CP Mulok, MPD Aceh Barat Gandeng Akademisi dan Praktisi Pendidik
- 05 Agt 2026 16:31 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh-Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan daerah melalui penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Muatan Lokal (Mulok). Sebagai langkah strategis, MPD Aceh Barat menggandeng akademisi dari berbagai perguruan tinggi, praktisi pendidikan, serta unsur guru dalam menyusun CP Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Aceh serta Mulok Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) yang akan menjadi acuan pembelajaran di satuan pendidikan Dasar.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop selama dua hari, 05–06 Agustus 2026, ini berlangsung di Aula Cabdin Meulaboh dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi untuk menghasilkan dokumen kurikulum yang berkualitas, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik budaya serta kebutuhan masyarakat Aceh Barat. Selama dua hari pelaksanaan, peserta melakukan pembahasan intensif terhadap substansi capaian pembelajaran, penyelarasan dengan kurikulum nasional, hingga penyempurnaan rumusan CP yang akan diterapkan di sekolah.
Pelaksanaan penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal Aceh Kabupaten Aceh Barat yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan muatan lokal di Kabupaten Aceh Barat, serta Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 83 Tahun 2022 tentang Standar Isi Muatan Lokal pada Pendidikan Dasar, yang menjadi pedoman dalam penyusunan standar isi dan pengembangan kurikulum muatan lokal pada jenjang pendidikan dasar. Kedua regulasi tersebut menjadi pijakan penting dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya Aceh sekaligus memperkuat pendidikan keislaman di sekolah.
Ketua MPD Aceh Barat Drs. Adami Umar, M.Pd, menyampaikan bahwa penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal merupakan langkah penting dalam mendukung implementasi kurikulum yang mampu mengakomodasi kekhasan daerah sekaligus memperkuat karakter peserta didik. "Muatan lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, penyusunan Capaian Pembelajaran harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi, praktisi, serta guru yang nantinya akan mengimplementasikan kurikulum tersebut di sekolah," ujarnya.
Dalam penyusunannya, MPD Aceh Barat menghadirkan akademisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, serta STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Kehadiran para akademisi tersebut memberikan penguatan dari aspek keilmuan, pengembangan kurikulum, pelestarian bahasa dan sastra Aceh, serta pendidikan keislaman yang menjadi dasar penyusunan Capaian Pembelajaran.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan praktisi pendidikan, yaitu Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat bersama Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Aceh Barat. Para pengawas memberikan masukan terkait implementasi kurikulum di sekolah sehingga Capaian Pembelajaran yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif sesuai kondisi riil satuan pendidikan.
Sebagai ujung tombak pelaksanaan pembelajaran, pengurus dan unsur guru dari KKG dan MGMP Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Aceh serta Muatan Lokal BTQ turut berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pembahasan. Mereka memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mengajar di kelas, mulai dari penyusunan elemen, capaian setiap fase, hingga strategi implementasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Aceh yang bertujuan melestarikan bahasa, sastra, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Aceh kepada generasi muda. Sementara itu, Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai bagian dari pembentukan karakter religius.
Suasana workshop berlangsung dinamis dengan mengedepankan semangat kolaborasi. Para peserta saling bertukar gagasan untuk memastikan setiap rumusan capaian pembelajaran tidak hanya memenuhi standar kurikulum nasional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di Aceh Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....