Arus Wisatawan Naik jelang MotoGP 2026, Pelabuhan Senggigi Tambah Trip Kapal

  • 29 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Arus kedatangan wisatawan ke Lombok Barat mulai meningkat menjelang penyelenggaraan MotoGP 2026 yang akan datang.
  • Pelabuhan Senggigi menjadi jalur transportasi utama yang diharapkan mendukung mobilitas wisatawan selama periode ajang balap internasional.
  • Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat tidak berada dalam struktur penyelenggara MotoGP, dengan persiapan dan pengelolaan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Arus kedatangan wisatawan menuju Lombok Barat mulai menunjukkan geliat menjelang gelaran MotoGP 2026. Salah satu jalur yang mendapat perhatian ialah Pelabuhan Senggigi, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas wisatawan selama periode ajang balap internasional tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Drs. M. Hendrayadi, mengatakan pihaknya tidak berada dalam struktur penyelenggara MotoGP karena persiapan dan pengelolaan ajang tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Meski demikian, Lombok Barat berada pada posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah yang dilewati masyarakat dan wisatawan dari luar daerah menuju sejumlah destinasi.

"Secara langsung kami dari Dinas Perhubungan memang tidak terlibat dalam persiapan maupun pengelolaan MotoGP karena semuanya ditangani provinsi," ujarnya. Selasa 29 September 2026.

Hendrayadi menegaskan, perhatian Dishub Lombok Barat diarahkan pada kesiapan transportasi, baik jalur darat maupun laut, agar peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum MotoGP dapat terlayani.

Mulai 1 Oktober 2026, Dishub berencana menambah satu trip kapal yang melayani konektivitas Senggigi menuju kawasan Gili Air dan Sekotong. Kapal yang digunakan nantinya tidak berukuran besar, namun dinilai cukup untuk menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan dan masyarakat.

"Memang kapalnya tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk melayani satu trip dalam sehari. Ini salah satu upaya kami mengurai kebutuhan masyarakat yang datang, baik dari luar daerah maupun mancanegara," katanya.

Dengan tambahan tersebut, pelayanan yang sebelumnya berjalan dengan delapan kapal dan 14 trip akan bertambah menjadi sembilan kapal dengan 15 trip. Namun, tambahan perjalanan itu tetap bersifat lokal dan belum merupakan penambahan khusus untuk pelayanan MotoGP.

Hendrayadi menjelaskan, jalur yang dilayani mencakup konektivitas Gili Trawangan-Senggigi serta Senggigi menuju kawasan Sekotong.

"Untuk MotoGP sendiri belum ada penambahan trip khusus. Kondisinya masih normal, yakni 14 trip dengan delapan kapal. Nanti mulai 1 Oktober ada tambahan satu trip sehingga menjadi 15 trip dengan sembilan kapal," ucapnya.

Selain transportasi laut, Dishub Lombok Barat juga menyiapkan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan kendaraan di sejumlah ruas yang berpotensi padat.

Kolaborasi dilakukan bersama sejumlah stakeholder, termasuk kepolisian. Beberapa lokasi direncanakan menjadi titik pemantauan terpadu, di antaranya kawasan Lembar, Bundaran GMS, serta wilayah Senggigi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi kepadatan yang mungkin muncul seiring meningkatnya aktivitas wisatawan.

"Kami berkolaborasi dengan stakeholder terkait, termasuk Polres. Di beberapa titik akan ada pos pantau terpadu, terutama di Lembar, Bundaran GMS, dan satu titik di wilayah Senggigi," katanya.

Di sisi lain, Dishub juga mendorong masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas selama rangkaian kegiatan MotoGP berlangsung.

Hendrayadi mengatakan pihaknya memanfaatkan berbagai platform media untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar ikut menjaga stabilitas lalu lintas dan keamanan selama periode kunjungan wisatawan.

Mengenai besaran persentase peningkatan wisatawan yang masuk melalui Pelabuhan Senggigi, Hendrayadi mengakui pihaknya belum memiliki angka resmi yang dapat dijadikan acuan.

Namun, berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas kunjungan, terdapat perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, informasi dari masyarakat menunjukkan sejumlah wisatawan telah mulai tinggal lebih lama di Lombok Barat.

"Kalau secara detail kami belum mengecek berapa persentase kenaikannya. Tetapi kalau melihat jumlah kunjungan yang turun di Senggigi, perbedaannya cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya.

Ia menyebut fenomena tersebut mulai terlihat ketika pelaksanaan MotoGP semakin dekat. Sejumlah wisatawan bahkan dikabarkan telah menyewa tempat tinggal secara bulanan untuk sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata di Lombok Barat.

Kondisi itu menunjukkan bahwa dampak kedatangan wisatawan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi, tetapi juga berpotensi memberikan efek ekonomi bagi sektor pariwisata dan perhotelan di kawasan Senggigi serta wilayah sekitarnya.

Meski demikian, Dishub Lombok Barat belum menetapkan adanya penambahan perjalanan kapal yang secara khusus diperuntukkan bagi penonton MotoGP.

"Untuk saat ini belum ada penambahan trip khusus MotoGP. Tambahan satu trip mulai 1 Oktober lebih diarahkan untuk mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat dan wisatawan," ucapnya.

Menurut Hendrayadi, kesiapan transportasi dan pengamanan lalu lintas menjadi bagian penting agar mobilitas wisatawan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lokal.

"Kami berharap semua pihak ikut menjaga stabilitas, kondusivitas dan keamanan selama penyelenggaraan MotoGP," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....