85 Persen Tamu Hotel dari Fast Boat, Senggigi Jadi Pintu Wisatawan MotoGP 2026
- 22 Sep 2026 13:46 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Arus wisatawan melalui Pelabuhan Senggigi menuju Lombok Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan sebagai tanda positif sektor pariwisata.
- Peningkatan frekuensi perjalanan fast boat dari Pelabuhan Senggigi memperkuat posisi Lombok Barat sebagai daerah penyangga destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat.
- Momentum menjelang pelaksanaan MotoGP 2026 membuka peluang penting bagi pengembangan sektor akomodasi dan industri pariwisata lokal.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Arus wisatawan menuju Lombok Barat melalui jalur laut dari Pelabuhan Senggigi menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang penting bagi sektor akomodasi, terutama menjelang pelaksanaan MotoGP 2026 di Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, mengatakan peningkatan frekuensi perjalanan fast boat dari Pelabuhan Senggigi memperkuat posisi Lombok Barat sebagai daerah penyangga destinasi wisata di NTB.
Menurut Agus, frekuensi perjalanan yang sebelumnya hanya sekitar tiga trip kini telah meningkat menjadi 14 trip. Perubahan itu sekaligus memperbesar akses wisatawan menuju kawasan Senggigi dan sekitarnya.
"Kita optimistis Lombok Barat sebagai daerah penyangga karena kita sudah memiliki akses melalui pelabuhan. Dulunya masih tiga trip, sekarang sudah menjadi 14 trip," ujar Agus, Selasa 22 September 2026.
Ia menyebut peningkatan akses tersebut mulai dirasakan pelaku industri perhotelan. Sejumlah general manager (GM) hotel di kawasan Senggigi, kata dia, turut memvalidasi adanya peningkatan tamu yang menginap seiring bertambahnya perjalanan fast boat.
"Beberapa GM juga sudah memvalidasi bahwa dengan adanya 14 trip ini, tamu yang menginap semakin meningkat," katanya.
Agus menjelaskan, Pelabuhan Senggigi kini menjadi salah satu akses strategis bagi wisatawan yang memilih perjalanan melalui jalur laut. Selain Senggigi, akses menuju Lombok Barat juga ditopang Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar.
Khusus kawasan Senggigi, ia menyebut kontribusi wisatawan yang datang menggunakan fast boat cukup besar. Berdasarkan informasi dari sejumlah pengelola hotel, sekitar 85 persen tamu hotel di kawasan Senggigi dan Kerandangan disebut berasal dari jalur fast boat, sedangkan sisanya melalui jalur udara.
"Kalau di Senggigi, hampir 85 persen tamu hotel, baik di kawasan center maupun Kerandangan, berasal dari fast boat. Sekitar 15 persen baru melalui jalur udara," ucapnya.
Dengan kapasitas satu fast boat yang dapat membawa sekitar 150 hingga 200 penumpang, peningkatan hingga 14 trip per hari dinilai memberikan potensi tambahan arus wisatawan yang cukup besar bagi kawasan Senggigi.
Agus mencontohkan, apabila satu perjalanan membawa rata-rata 100 penumpang, maka 14 trip dapat menghasilkan sekitar 1.400 penumpang dalam satu hari. Jika sebagian dari jumlah tersebut memilih menginap di Lombok Barat, dampaknya akan langsung terasa terhadap tingkat hunian akomodasi dan perputaran ekonomi wisata.
Meski demikian, Agus mengakui kapasitas akomodasi hotel berbintang di Lombok Barat perlu mendapat perhatian. Menurut dia, tingkat ketersediaan kamar hotel berbintang berpotensi semakin terbatas ketika arus wisatawan meningkat, terutama saat momentum MotoGP 2026.
"Sebenarnya kalau dilihat dari akomodasi, terutama yang berbintang, sudah cukup tinggi. Karena itu mungkin nanti kita perlu menghidupkan kembali akomodasi seperti hotel bintang tiga dan lainnya," menegaskan.
Ia tetap optimistis seluruh kapasitas akomodasi yang tersedia di Lombok Barat dapat terserap ketika gelaran MotoGP 2026 berlangsung. Peningkatan akses laut melalui Pelabuhan Senggigi pun diharapkan menjadi salah satu penopang utama pergerakan wisatawan menuju kawasan tersebut.
"Saya optimistis semua akan habis pada saat MotoGP 2026," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....