Hotel Senggigi Diprediksi Penuh saat MotoGP Mandalika 2026 Digelar
- 22 Sep 2026 13:56 WIB
- Mataram
Poin Utama
- MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika menjadi peluang signifikan untuk meningkatkan hunian hotel dan aktivitas pariwisata di Lombok Barat.
- Kepala Disparekrafpora Lombok Barat, Agus Gunawan, optimis bahwa pertumbuhan jumlah penonton MotoGP akan memberikan dampak positif pada sektor akomodasi.
- Peningkatan akses transportasi laut menjadi faktor kunci dalam membuka peluang besar bagi industri pariwisata di wilayah Senggigi.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, menjadi momentum yang diharapkan mampu mengangkat tingkat hunian hotel dan geliat pariwisata di Kabupaten Lombok Barat.
Optimisme itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan. Ia melihat meningkatnya jumlah penonton MotoGP serta akses transportasi laut yang semakin terbuka sebagai peluang besar bagi sektor akomodasi dan pariwisata di wilayah Senggigi.
Agus mengatakan, tingginya tingkat hunian akomodasi di Lombok Tengah saat momentum MotoGP akan memberikan dampak terhadap daerah penyangga, termasuk Lombok Barat.
"Insyaallah kita optimistis. Kalau di Lombok Tengah sudah penuh, pasti sebagian tamu akan bergeser ke kita," kata Agus, Selasa 22 September 2026.
Menurut dia, pergerakan wisatawan tidak hanya diperkirakan terjadi pada H-2 atau H-3 pelaksanaan MotoGP. Wisatawan bahkan diharapkan mulai berdatangan lebih awal untuk menikmati destinasi wisata Lombok Barat sebelum menyaksikan balapan.
"Kita berharap peningkatan tahun ini karena jumlah penonton juga lebih banyak dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian Disparekrafpora Lombok Barat adalah peningkatan frekuensi perjalanan fast boat melalui kawasan Senggigi. Jika sebelumnya akses tersebut hanya melayani sekitar tiga trip, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 14 trip.
Agus menilai penambahan trip tersebut berpotensi memberikan efek langsung terhadap tingkat kunjungan wisatawan, khususnya ke kawasan Senggigi yang menjadi salah satu pusat akomodasi dan pariwisata Lombok Barat.
"Beberapa general manager hotel juga sudah memvalidasi bahwa dengan adanya 14 trip ini, tamu yang menginap semakin meningkat," ucapnya.
Ia menjelaskan, konektivitas melalui fast boat menjadi salah satu akses penting bagi wisatawan yang menuju kawasan Senggigi. Selain Senggigi, Lombok Barat juga memiliki akses melalui Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar.
Berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah pengelola hotel, Agus menyebut sekitar 85 persen tamu yang menginap di sejumlah hotel kawasan Senggigi, baik di area pusat maupun Kerandangan, datang melalui jalur fast boat. Sementara sekitar 15 persen lainnya berasal dari jalur udara.
"Yang strategis sekarang memang Senggigi. Beberapa GM menyampaikan sekitar 85 persen tamu hotel mereka berasal dari fast boat, sedangkan 15 persen melalui udara," menegaskan.
Besarnya kapasitas angkutan fast boat juga dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan kapasitas satu kapal yang berkisar 150 hingga 200 penumpang dan frekuensi mencapai 14 trip, potensi arus wisatawan menuju Lombok Barat menjadi cukup besar.
Sebagai ilustrasi, apabila satu trip membawa sekitar 100 penumpang, maka 14 perjalanan dapat membawa sekitar 1.400 penumpang. Jika sebagian dari mereka memilih bermalam di hotel kawasan Senggigi, dampaknya terhadap okupansi akomodasi akan semakin terasa.
Di sisi lain, Agus mengakui bahwa ketersediaan kamar hotel berbintang di Lombok Barat saat momentum MotoGP diperkirakan akan berada dalam kondisi sangat padat. Karena itu, pemerintah daerah juga melihat perlunya mengoptimalkan segmen akomodasi lain, termasuk hotel berbintang tiga dan kelas akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
"Kalau akomodasi, terutama hotel berbintang, sebenarnya sudah over. Tetapi kita akan melihat bagaimana menghidupkan segmen bintang tiga dan lainnya," katanya.
Agus tetap optimistis seluruh kapasitas akomodasi di Lombok Barat dapat terserap saat perhelatan MotoGP 2026 berlangsung. Ia berharap wisatawan tidak sekadar datang untuk menonton balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dan menikmati berbagai destinasi wisata yang tersedia di Lombok Barat.
"Kita optimistis semua akan habis besok pada saat MotoGP 2026," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....