Senggigi Sunset Show Bukan Sekadar Hiburan Melainkan Ada Target Besar
- 22 Sep 2026 13:42 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kawasan Senggigi, Lombok Barat, diluncurkan kembali sebagai magnet pariwisata NTB melalui gelaran Senggigi Sunset Show untuk meningkatkan daya tarik wisata.
- Senggigi Sunset Show dirancang sebagai strategi menyambut momentum MotoGP dengan memperbanyak atraksi dan hiburan di kawasan wisata.
- Kepala Disparekrafpora Lombok Barat, Agus Gunawan, menyatakan konsep Senggigi Sunset Show lahir dari kebutuhan menghadirkan atraksi yang lebih konsisten di kawasan Senggigi.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kawasan Senggigi, Lombok Barat, kembali diperkuat sebagai salah satu magnet pariwisata NTB melalui gelaran Senggigi Sunset Show. Agenda tersebut tidak hanya disiapkan sebagai hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menyambut momentum MotoGP dengan memperbanyak atraksi di kawasan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, mengatakan konsep Senggigi Sunset Show lahir dari kebutuhan menghadirkan atraksi yang lebih konsisten di kawasan Senggigi.
Menurutnya, keberadaan atraksi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi hotel dan pelaku usaha pariwisata untuk memberikan pengalaman tambahan kepada wisatawan yang datang ke Senggigi.
"Senggigi Sunset Show ini memang dalam rangka menyambut MotoGP. Pihak hotel juga menginginkan lebih banyak atraksi, termasuk atraksi budaya," ujarnya, Selasa 22 September 2026.
Agus menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki sejumlah sasaran. Salah satunya membuka ruang bagi sanggar seni dari berbagai kecamatan di Lombok Barat untuk tampil sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pertunjukan.
Para penari, pemain musik, hingga kelompok seni lainnya dinilai mendapat ruang untuk terus mengasah kemampuan. Pada saat bersamaan, kebutuhan kostum, rias, perlengkapan pertunjukan dan berbagai kebutuhan pendukung ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ini bagian dari pemberdayaan sanggar-sanggar seni dan UMKM yang ada di masing-masing kecamatan. Para pelaku seni semakin giat berlatih dan sanggar juga mendapatkan penghasilan," katanya.
Menurut Agus, manfaat ekonomi tidak berhenti pada kelompok seni. Pelaku UMKM kuliner di sekitar kawasan Senggigi juga mendapatkan kesempatan menjajakan produk mereka kepada pengunjung dan wisatawan yang datang menikmati pertunjukan.
Hotel-hotel di kawasan tersebut turut menjadi bagian dari ekosistem kegiatan. Dengan adanya aktivitas setiap malam, perputaran transaksi di sekitar lokasi diharapkan semakin hidup.
"UMKM juga kita berdayakan, terutama kuliner lokal. Hotel dan pelaku usaha di kawasan itu ikut bergerak karena pengunjung datang dan berbelanja," katanya.
Di sisi lain, Agus menyebut keberadaan pertunjukan juga berpotensi memberikan dampak terhadap lama tinggal wisatawan (length of stay). Ia mengaku mendapat informasi adanya wisatawan asing yang tertarik memperpanjang kunjungannya setelah mengetahui adanya kegiatan di Senggigi.
"Kadang wisatawan awalnya punya rencana pergi ke tempat lain. Tetapi setelah melihat acaranya menarik, mereka bertanya kapan kegiatan berikutnya. Bahkan ada yang menambah lama tinggal meskipun hanya sehari," ucapnya.
Untuk memperkuat posisi Senggigi sebagai destinasi, pemerintah daerah juga terus mengembangkan konsep Sapta Pesona. Agus menilai destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama, tetapi harus ditopang akses, fasilitas dan atraksi yang memadai.
Ia merujuk pada konsep tiga A sebagai fondasi destinasi, yakni accessibility, amenity, dan attraction. Dari sisi aksesibilitas, Senggigi telah memiliki sejumlah pilihan akses dan fasilitas pendukung, termasuk keberadaan fast boat serta jalur jogging track.
Sementara dari sisi amenitas, kawasan tersebut telah ditunjang akomodasi, toilet, fasilitas umum dan berbagai sarana pendukung wisata. Namun, Agus mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang perlu terus dibenahi, termasuk ketersediaan tempat sampah.
"Kalau kita bicara destinasi, minimal harus ada tiga A, yaitu aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Senggigi sudah memiliki ketiganya, tinggal beberapa fasilitas yang perlu terus kita tingkatkan," ujarnya.
Dengan penguatan atraksi melalui Senggigi Sunset Show dan sejumlah agenda wisata lainnya, pemerintah daerah berharap kawasan Senggigi tidak hanya ramai ketika ada agenda besar, tetapi mampu menjadi ruang hiburan dan aktivitas ekonomi yang hidup secara berkelanjutan.
"Intinya bagaimana Senggigi tetap hidup, wisatawan mendapatkan pengalaman, pelaku seni memiliki ruang, dan UMKM masyarakat ikut mendapatkan manfaat ekonomi," kata Agus mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....