Hotel Senggigi Full Booking jelang MotoGP 2026, 80% Tamu Domestik Mendominasi
- 19 Agt 2026 13:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Gelombang kedatangan wisatawan menjelang penyelenggaraan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika mulai terasa di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah kamar hotel bahkan telah dipesan jauh hari dan tingkat okupansi kini mendekati kapasitas penuh.
General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi, mengungkapkan perkembangan pemesanan kamar mengalami peningkatan signifikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Jika sebelumnya tingkat pemesanan baru berada di kisaran 50 persen, kini seluruh kamar yang tersedia secara komersial telah masuk dalam daftar pemesanan.
“Beberapa minggu lalu kita masih di angka 50 persen. Namun semuanya terus berproses dan sampai hari ini berdasarkan data yang kami miliki, booking sudah mencapai 100 persen,” ujar Fahrurrozi, Rabu 19 Agustus 2026.
Meski demikian, angka 100 persen tersebut tidak berarti seluruh kamar benar-benar dilepas untuk penjualan. Manajemen masih menyisakan sejumlah kamar sebagai langkah antisipasi untuk tamu VIP maupun kebutuhan pemesanan yang muncul secara mendadak selama momentum MotoGP.
“Untuk antisipasi, kami masih menyiapkan beberapa kamar untuk tamu VIP. Secara online juga sudah kami tutup karena kamar yang bisa dijual memang sudah penuh,” katanya menegaskan.
Menariknya, lonjakan permintaan tersebut tidak diikuti kenaikan tarif secara berlebihan. Fahrurrozi menyebut manajemen tetap berupaya menjaga harga pada level yang dinilai wajar agar hotel tetap kompetitif sekaligus menarik bagi wisatawan yang datang ke Lombok untuk menyaksikan balapan secara langsung.
Menurutnya, kenaikan harga kamar dibatasi maksimal sekitar 40 persen. Sebagai gambaran, kamar dengan tarif normal sekitar Rp1,07 juta per malam kini berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta.
“Kami masih menggunakan harga yang logis. Kenaikannya tidak sampai 100 atau 200 persen. Maksimal sekitar 40 persen, karena kami ingin hotel tetap penuh dan harga juga masih menarik bagi tamu,” ucapnya.
Strategi tersebut dinilai penting karena posisi Merumatta Senggigi berada di kawasan yang tidak langsung berada di sekitar arena utama MotoGP Mandalika. Karena itu, faktor harga menjadi salah satu pertimbangan manajemen untuk menjaring wisatawan yang membutuhkan akomodasi di kawasan Senggigi.
Dari komposisi tamu yang telah melakukan pemesanan, wisatawan domestik masih menjadi kelompok paling dominan. Fahrurrozi memperkirakan sekitar 80 persen reservasi untuk periode MotoGP 2026 berasal dari pasar domestik.
“Sekitar 80 persen masih tamu domestik yang melakukan booking untuk MotoGP nanti,” katanya.
Fahrurrozi melihat keberadaan pembalap Indonesia di ajang MotoGP menjadi salah satu faktor yang turut meningkatkan antusiasme masyarakat dalam negeri. Meski pembalap Indonesia yang dimaksud berlaga di kelas Moto3, kehadirannya dinilai mampu memberikan daya tarik tambahan bagi penonton asal Indonesia.
“Menurut saya, salah satu daya tarik tahun ini karena ada pembalap Indonesia. Walaupun turun di Moto3, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk datang dan menyaksikan langsung,” ujarnya.
Ia bahkan memprediksi jumlah wisatawan domestik pada MotoGP 2026 berpotensi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi menyumbang wisatawan cukup besar adalah Jawa, termasuk Yogyakarta yang memiliki keterkaitan dengan asal pembalap.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, saya rasa tahun ini akan lebih banyak. Dari Jawa, misalnya dari Jogja, cukup banyak orang yang kemungkinan datang ke Lombok,” katanya.
Melihat potensi tersebut, Fahrurrozi menilai konektivitas udara juga perlu menjadi perhatian. Penambahan penerbangan dari sejumlah kota di Jawa menuju Lombok dinilai dapat membantu mengantisipasi lonjakan mobilitas penonton selama gelaran balap internasional tersebut.
“Ini harus diantisipasi, misalnya dengan penambahan ekstra penerbangan dari Jogja ke Lombok,” ucapnya.
Fahrurrozi menambahkan, pemesanan kamar untuk momentum MotoGP 2026 mulai menunjukkan lonjakan hingga akhirnya mencapai kondisi penuh sekitar dua pekan terakhir. Artinya, minat wisatawan untuk mengamankan akomodasi dilakukan relatif lebih awal sebelum tiba di Lombok.
“Untuk yang sekarang ini, sampai 100 persen booking-nya terjadi sekitar dua minggu lalu,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....