Krisis Air Bersih Berlanjut, Lima Hotel di Gili Trawangan Terancam Tutup
- 08 Sep 2026 10:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lomok Utara– Krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mulai mengancam keberlangsungan operasional usaha pariwisata. Sedikitnya lima hotel disebut berpotensi menghentikan sementara aktivitasnya jika pasokan air bersih tidak segera dipulihkan.
Krisis air bersih tersebut telah berlangsung sejak Kamis dinihari 3 September 2026. Kondisi ini terjadi setelah PT TCN, mitra Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung, tersandung persoalan perizinan yang bersinggungan dengan sejumlah regulasi pemerintah pusat.
Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan terhentinya distribusi air bersih memberikan dampak serius bagi pelaku usaha pariwisata di Gili Trawangan, terlebih saat tingkat kunjungan wisatawan sedang memasuki periode high season.
Menurut Kusnawan, kondisi tersebut membuat pengelola hotel harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air para tamu, mulai dari membeli air sumur milik warga hingga menggunakan air kemasan.
"Per tadi malam saya sudah dikonfirmasi ada sekitar lima hotel bakal berhenti beroperasi sementara. Tiga di antaranya sudah pasti tidak beroperasi jika distribusi air bersih tidak dilakukan besok," ujar Kusnawan, Selasa 8 September 2026.
Ia menilai persoalan yang terjadi saat ini lebih parah dibandingkan krisis serupa yang pernah terjadi sekitar dua tahun lalu.
Kusnawan mengatakan, krisis air bersih sebenarnya bukan persoalan baru bagi pelaku pariwisata di Gili Trawangan. Namun, terjadinya gangguan pasokan pada momentum high season dinilai semakin memperbesar tekanan terhadap hotel, restoran, dan usaha wisata lainnya.
"Ini pernah terjadi dua tahun lalu, tetapi yang sekarang kondisinya lebih parah," katanya.
Ia mencontohkan, sebuah hotel dengan 22 kamar setidaknya membutuhkan sekitar 15 meter kubik atau 15 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Dalam kondisi pasokan air terhenti, kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan membeli air dari sumber alternatif. Biaya yang harus dikeluarkan pun menjadi cukup besar dan pada akhirnya menambah beban operasional pelaku usaha.
"Kalau kondisi high season seperti saat ini, misalnya hotel memiliki 22 kamar dan membutuhkan 15 kubik air bersih atau 15 ribu liter, coba bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan para pelaku wisata," tegasnya.
Kusnawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
"Bahkan pada pada hari Minggu kemarin saya telah melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kondisi yang dihadapi pelaku pariwisata di kawasan Gili Trawangan," jelasnya
Di sisi lain, informasi yang diterima GHA menyebutkan Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung telah menyediakan dua unit tangki air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan pelabuhan.
Namun, pelaku usaha pariwisata yang membutuhkan air dalam jumlah lebih besar disebut harus mengambil sendiri pasokan air dari kawasan Muara Putat, sekitar Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang.
Kondisi tersebut dinilai belum menjadi solusi yang memadai bagi pelaku usaha pariwisata yang membutuhkan pasokan air secara rutin dan dalam jumlah besar.
Kusnawan berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut agar krisis air bersih tidak berlangsung lebih lama dan tidak kembali berulang pada masa mendatang.
Menurutnya, kepastian pasokan air merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan citra Gili Trawangan dan kawasan Tiga Gili sebagai destinasi wisata internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku usaha pariwisata memiliki kewajiban kepada pemerintah daerah, antara lain melalui pembayaran pajak dan retribusi. Karena itu, pelaku usaha juga berharap mendapatkan kepastian keamanan, kenyamanan, serta dukungan terhadap keberlangsungan usaha.
"Kami meminta penyelesaian jangka panjang dan permanen terkait distribusi air. Kedua, sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan dalam berusaha," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....