Konflik Timur Tengah, Mendorong Turis Asing Melirik Wisata Lombok

  • 08 Agt 2026 17:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Gejolak konflik di kawasan Timur Tengah mulai memberi warna terhadap pergerakan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah tekanan terhadap pasar wisata internasional, Lombok justru melihat peluang dari pergeseran pilihan destinasi wisatawan mancanegara.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi (SHA) sekaligus General Manager Holiday Resort Lombok, I Ketut Murta Jaya Kusuma, M.Tr.Par., CHA, mengatakan konflik yang terjadi di Timur Tengah ikut memengaruhi pola perjalanan wisatawan asing, termasuk terhadap pasar pariwisata Lombok.

Menurutnya, dampak konflik tersebut tidak sepenuhnya negatif. Pasar wisata internasional secara umum memang ikut terdampak, tetapi situasi keamanan di sejumlah kawasan membuat wisatawan mulai mempertimbangkan destinasi yang dinilai lebih aman.

“Kami merasakan dampak dari situasi tersebut, baik positif maupun negatif. Secara negatif tentu memengaruhi semua market internasional,” ujar I Ketut Murta Jaya Kusuma, Sabtu 8 Agustus 2026.

Namun, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi kawasan Asia Tenggara. Wisatawan yang mengurungkan perjalanan ke wilayah yang sedang dilanda konflik dinilai cenderung mengalihkan tujuan liburannya ke negara-negara yang relatif aman.

“Karena konflik itu terjadi di Timur Tengah, wisatawan cenderung memilih daerah-daerah yang memang tidak ada konflik, seperti di Asia Tenggara,” katanya menegaskan.

Indonesia, termasuk Lombok, menjadi salah satu destinasi yang berpotensi memperoleh limpahan kunjungan tersebut. Faktor keamanan, daya tarik alam, serta posisi Lombok sebagai salah satu destinasi unggulan NTB menjadi modal penting untuk menangkap peluang dari perubahan arus wisatawan internasional.

“Yang mendapatkan kelimpahan ini ya Asia Tenggara, termasuk kita Indonesia, khususnya Lombok,” ucapnya.

I Ketut berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus menjaga pertumbuhan tingkat hunian hotel di Lombok.

“Tentu kita berharap ini akan meningkat terus, baik kunjungan maupun okupansi hotel,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....