Pengusaha Senggigi Minta Pembangunan Pariwisata Tak Mandek setelah OTT

  • 08 Agt 2026 17:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pelaku industri pariwisata di kawasan Senggigi, Lombok Barat, berharap dinamika pemerintahan daerah pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan mantan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tidak menghambat agenda pembangunan pariwisata yang telah berjalan.

Ketua Asosiasi Hotel Senggigi (SHA) sekaligus General Manager Holiday Resort Lombok, I Ketut Murta Jaya Kusuma, M.Tr.Par., CHA, menyampaikan keprihatinannya atas perkara tersebut. Namun, ia menilai sejumlah langkah pembangunan yang sebelumnya didorong pemerintah daerah mulai memberikan arah positif bagi kawasan wisata Senggigi.

Menurut Murtajaya, industri pariwisata tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Di sisi lain, keberlanjutan program pembangunan dinilai jauh lebih penting agar momentum kebangkitan Senggigi tidak kembali terhenti.

"Kita turut prihatin dengan kejadian ini. Kalau melihat kerja nyata yang selama ini beliau kampanyekan, sebenarnya sudah mulai terlihat," ujar Murtajaya, Sabtu 8 Agustus 2026.

Ia menegaskan, pelaku usaha pariwisata tetap menghormati langkah aparat penegak hukum dalam menangani perkara tersebut. Industri, kata dia, tidak ingin situasi hukum yang terjadi justru membuat program pembangunan yang sudah dirancang berhenti di tengah jalan.

"Bagaimanapun juga kami menghormati usaha dan kewenangan pihak yang melakukan proses tersebut," katanya menegaskan.

Murtajaya mengatakan, kalangan industri pariwisata kini berharap komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah tetap terjaga. Termasuk dengan Wakil Bupati Lombok Barat yang dinilai perlu mendapat dukungan untuk melanjutkan berbagai program strategis pariwisata.

"Kami dari industri pariwisata akan selalu mendukung, khususnya untuk Ibu Wakil Bupati. Kami juga cukup intens berdiskusi melalui para asisten beliau," ucapnya.

Bagi pelaku usaha hotel di Senggigi, keberlanjutan pembangunan bukan sekadar persoalan proyek fisik. Kepastian regulasi dan dukungan infrastruktur pemerintah menjadi dua faktor penting yang menentukan kembali bergairahnya kawasan wisata tersebut.

Salah satu pembangunan yang menjadi perhatian industri adalah proyek Dermaga Senggigi. Murta berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat dituntaskan sehingga manfaatnya terhadap konektivitas dan aktivitas pariwisata bisa segera dirasakan.

"Kami berharap pembangunan-pembangunan yang sudah ada, misalnya pembangunan dermaga, jangan sampai terganggu. Itu belum sepenuhnya rampung," katanya.

Ia menilai, program yang sudah menunjukkan arah positif perlu dijaga kesinambungannya. Menurutnya, sektor pariwisata membutuhkan kebijakan yang konsisten karena dampaknya tidak dapat dirasakan hanya dalam waktu singkat.

"Program-program yang sudah baik ini harus berjalan secara sustainable, secara berkelanjutan. Itu yang kami harapkan," ujarnya.

Murtajaya juga menekankan bahwa dukungan pemerintah terhadap industri pariwisata harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan kepastian sekaligus pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi wisata.

"Dukungan pemerintah itu dalam bentuk apa? Pertama regulasi, yang kedua infrastruktur. Jadi, semangat membangun Senggigi jangan sampai putus di situ," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....