Tembus 500 Ribu Kunjungan, Dispar KLU Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
- 16 Sep 2026 09:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara— Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mencatat kunjungan wisatawan ke kawasan Tiga Gili hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 500 ribu orang. Angka tersebut masih berada di bawah target tahunan sebesar satu juta kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya mendorong peningkatan kunjungan hingga akhir tahun. Dengan kondisi pariwisata yang ada saat ini, pihaknya berharap jumlah wisatawan setidaknya dapat menyamai capaian tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kita sekitar 810 ribu kunjungan. Dengan kondisi yang ada sekarang, minimal kita berharap bisa mencapai angka tersebut, bahkan kalau memungkinkan bisa melampauinya," kata Denda, Rabu 16 September 2026.
Menurutnya, capaian tersebut masih sangat bergantung pada kondisi keamanan, kenyamanan, serta situasi umum yang dapat memengaruhi minat wisatawan berkunjung ke kawasan Tiga Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Selain mengejar jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata juga menghadapi tantangan dalam pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata. Hingga Agustus 2026, realisasi retribusi kunjungan wisatawan tercatat hampir Rp7 miliar dari target sebesar Rp16,5 miliar.
Denda mengakui target retribusi tersebut masih cukup berat untuk dicapai hingga akhir tahun. Meski demikian, peluang untuk meningkatkan penerimaan tetap terbuka apabila kondisi pariwisata dan pelayanan kepada wisatawan dapat berjalan secara optimal.
"Target Rp16,5 miliar memang masih cukup berat. Sebenarnya masih ada peluang untuk tercapai, tetapi asumsi situasi yang aman dan kondusif belum sepenuhnya terpenuhi," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah isu, termasuk dinamika geopolitik serta persoalan pelayanan umum yang sempat terjadi, turut menjadi faktor yang memengaruhi aktivitas pariwisata. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena sektor pariwisata sangat bergantung pada persepsi wisatawan terhadap keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan di destinasi.
Denda menegaskan, peningkatan PAD menjadi salah satu strategi penting bagi Lombok Utara dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
"Kebijakan tersebut semakin relevan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan transfer dari pemerintah pusat," jelasnya.
Menurutnya, daerah tidak dapat terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah pusat. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah, termasuk sektor pariwisata, diperlukan agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai berbagai program pembangunan.
PAD yang berhasil dihimpun, kata Denda, pada akhirnya akan kembali digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangunan masyarakat, termasuk pengembangan destinasi pariwisata, peningkatan pelayanan kesehatan, serta penguatan perekonomian masyarakat.
"PAD ini nantinya kembali untuk masyarakat. Bisa digunakan untuk destinasi pariwisata, kesehatan, maupun mendukung perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Lombok Utara juga memperkuat koordinasi dengan seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan di kawasan wisata.
Keamanan dan kenyamanan wisatawan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pariwisata. Kolaborasi tersebut melibatkan pengelola hotel dan restoran, agen perjalanan, asosiasi pariwisata, pengusaha kapal cepat, hingga pelaku usaha lainnya.
"Koordinasi diperlukan untuk memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang aman dan nyaman sejak tiba, selama berada di destinasi, hingga meninggalkan kawasan Tiga Gili," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....