Wagub NTB: Festival Rimpu Mantika Buktikan Budaya Bisa Gerakkan Ekonomi
- 26 Apr 2026 10:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Festival Rimpu Mantika 2026
- Festival Rimpu Mantika Buktikan Budaya Bisa Gerakkan Ekonomi
- Karisma Event Nusantara (KEN) 2026
RRI.CO.ID, Bima - Festival Rimpu Mantika 2026 di Kota Bima, tidak sekadar menampilkan kekayaan tradisi lokal. Di balik lautan manusia yang mengenakan rimpu, pemerintah daerah melihat momentum ini sebagai penggerak ekonomi berbasis budaya yang kian nyata.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan festival budaya kini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tapi juga bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Wagub saat melepas peserta Festival Rimpu Mantika, Sabtu, 25 April 2026.

Sekitar 80 ribu peserta memadati ruas jalan Kota Bima dalam pawai yang menjadi puncak Festival Rimpu Mantika tahun ini. Antusiasme itu tidak hanya mencerminkan kuatnya identitas budaya Dana Mbojo, tetapi juga menjadi magnet bagi perputaran ekonomi lokal.
Sejumlah pelaku usaha kecil, pengrajin kain, hingga pedagang kaki lima merasakan dampak langsung dari kegiatan tersebut. Lonjakan kunjungan selama festival disebut mampu meningkatkan penjualan produk lokal, terutama yang berkaitan dengan busana rimpu dan kerajinan tradisional.
Wagub menilai, masuknya Festival Rimpu Mantika dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 memperkuat posisi kegiatan ini sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional. Dukungan pemerintah pusat, kata dia, membuka peluang lebih luas bagi promosi budaya sekaligus pengembangan usaha masyarakat.
“Ketika event ini masuk dalam kalender nasional, maka efeknya bukan hanya pada citra daerah, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, festival ini juga memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat bertransformasi menjadi daya tarik global tanpa kehilangan akar tradisinya. Rimpu, yang dahulu digunakan sebagai busana sehari-hari perempuan Bima dan Dompu, kini tampil sebagai simbol identitas sekaligus komoditas ekonomi kreatif.
Pemerintah daerah berharap keberlanjutan festival ini tidak hanya bergantung pada seremoni tahunan, melainkan juga diikuti dengan penguatan sektor pendukung seperti industri kerajinan, pariwisata, dan promosi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....