Promosikan Lombok-Sumbawa ke Pasar Malaysia, Astindo Target Transaksi Rp30 Miliar

  • 04 Sep 2026 08:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, KualaLumpur — Upaya memperluas pasar pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan dengan menyasar wisatawan mancanegara, salah satunya melalui pasar Malaysia. Rangkaian promosi tersebut dilakukan dalam kegiatan table top yang menjadi bagian dari keikutsertaan NTB dalam MATTA Fair Malaysia 2026.

Ketua Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan kegiatan table top tersebut menghadirkan 12 pelaku industri pariwisata NTB yang terdiri dari hotel dan biro perjalanan wisata (travel agent).

Kegiatan itu menjadi bagian dari kolaborasi antara Dinas Pariwisata, BPPD NTB, dan asosiasi pariwisata dalam mempromosikan berbagai potensi destinasi Lombok dan Sumbawa ke pasar internasional.

“Malaysia memang merupakan salah satu penyumbang wisatawan tertinggi melalui penerbangan udara. Kami sangat sadar bahwa potensi Lombok dan Sumbawa sangat cocok untuk wisatawan dari Malaysia,” kata Sahlan.

Dalam kegiatan table top tersebut, pelaku industri pariwisata NTB mempresentasikan beragam potensi wisata Lombok dan Sumbawa di hadapan sekitar 60 buyer dari Kuala Lumpur.

Menurut Sahlan, antusiasme para buyer cukup tinggi. Pasalnya, masih banyak agen perjalanan asal Malaysia yang belum mengetahui secara mendalam sejumlah destinasi unggulan NTB.

Beberapa destinasi yang diperkenalkan antara lain wisata hiu paus di Sumbawa, lokasi selancar Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, hingga sejumlah kawasan gili di Lombok.

“Peserta sangat antusias dan tertarik dengan destinasi yang dipresentasikan karena masih banyak agen dari Malaysia yang belum mengetahui destinasi seperti hiu paus di Sumbawa, lokasi surfing di Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, serta gili-gili yang banyak di Lombok,” ujarnya.

Sahlan menilai beragam destinasi tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik bagi wisatawan Malaysia. Tidak hanya menawarkan destinasi yang sudah dikenal, promosi juga diarahkan untuk memperkenalkan destinasi alternatif yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

Dari kegiatan B2B tersebut, pihaknya menargetkan nilai transaksi mencapai Rp5 miliar. Sementara dalam rangkaian MATTA Fair Malaysia yang berlangsung 4–6 September 2026, industri pariwisata NTB ditargetkan mampu membukukan transaksi hingga Rp25 miliar.

“Ini adalah upaya kami untuk terus mendorong agar destinasi Lombok dan Sumbawa menjadi destinasi mendunia,” tegas Sahlan.

Ia menambahkan, promosi pariwisata NTB ke pasar internasional tidak akan berhenti di Malaysia. Astindo bersama pemerintah daerah dan para pelaku industri pariwisata berharap kegiatan promosi dapat diperluas ke sejumlah pasar potensial lainnya.

“Harapan kami tahun 2027 bisa kita melakukan lebih banyak promosi, termasuk ke China, Korea, Eropa dan Amerika,” pungkasnya.

Menurut Sahlan, perluasan promosi tersebut penting untuk memperkuat posisi Lombok dan Sumbawa sebagai destinasi pariwisata internasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi industri pariwisata daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....