NTB Bidik Kapal Pesiar dari Singapura
- 01 Sep 2026 12:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat strategi pengembangan wisata kapal pesiar atau cruise tourism dengan membidik pasar kapal pesiar yang berangkat dari Singapura. Strategi tersebut dibahas dalam pertemuan Pemprov NTB dengan Singapore Tourism Board (STB) di Mataram, Senin 31 Agustus 2026.
Pertemuan itu dihadiri Asisten II Pemprov NTB HL Faozal dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Helmi Rahman. Sementara dari pihak Singapura hadir sekitar 10 orang perwakilan.
Pemprov NTB melihat peluang kunjungan kapal pesiar dari Singapura menuju Lombok sebagai pasar potensial yang dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan kunjungan wisatawan Singapura melalui jalur penerbangan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M. Saleh mengatakan bahwa setiap kapal pesiar dapat membawa ratusan hingga ribuan wisatawan. Selama kapal bersandar, para penumpang berpotensi membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, kuliner, oleh-oleh, kerajinan, pemandu wisata hingga kunjungan ke sejumlah destinasi.
Untuk menangkap peluang tersebut, Pemprov NTB mendorong pengembangan Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat sebagai pelabuhan penerima kapal pesiar dari berbagai negara.
Menurutnya, pengembangan Gili Mas tidak hanya berkaitan dengan kesiapan dermaga, tetapi juga menyangkut keseluruhan pengalaman wisatawan sejak turun dari kapal hingga kembali ke kapal.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah akses dari kapal menuju ruang tunggu atau terminal penumpang. Fasilitas tersebut dinilai perlu dibuat representatif, nyaman, serta memenuhi standar pelayanan bagi wisatawan internasional.
"Ruang tunggu juga diharapkan dilengkapi fasilitas yang memadai sehingga wisatawan memperoleh kesan pertama yang positif ketika tiba di Lombok. Selain infrastruktur pelabuhan, penataan transportasi wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan cruise tourism," jelasnya.
Disebutkan, pemerintah daerah perlu menyiapkan sistem transportasi pendukung yang tertata dan mudah diakses wisatawan, termasuk bagi penumpang kapal pesiar yang ingin memilih transportasi sendiri untuk mengunjungi berbagai destinasi di Lombok.
Sistem transportasi yang aman dan nyaman akan memberikan keleluasaan kepada wisatawan untuk menentukan tujuan wisata sesuai dengan waktu yang tersedia selama kapal bersandar di Gili Mas.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, seperti operator transportasi, biro perjalanan, pemandu wisata, restoran, UMKM, pusat oleh-oleh hingga pelaku ekonomi kreatif.
Pengembangan wisata kapal pesiar juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang mampu memberikan pelayanan kepada wisatawan internasional.
"Karena itu, peningkatan kapasitas SDM di sekitar kawasan Gili Mas menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pengembangan cruise tourism NTB," ucapnya.
SDM pariwisata tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bahasa asing, tetapi juga memahami hospitality, pelayanan wisatawan, keamanan, transaksi, informasi destinasi serta karakter wisatawan kapal pesiar.
Dengan kesiapan tersebut, kedatangan kapal pesiar diharapkan tidak hanya menjadikan Gili Mas sebagai lokasi kapal bersandar, tetapi mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Kerja sama dengan STB dinilai menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat konektivitas dan promosi wisata kapal pesiar antara Singapura dan Lombok.
Singapura memiliki posisi strategis dalam jaringan pelayaran kapal pesiar di kawasan Asia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi NTB untuk mendorong Lombok masuk dalam rute perjalanan kapal pesiar internasional.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya NTB memperluas pasar wisatawan mancanegara. Wisatawan kapal pesiar nantinya dapat diarahkan menikmati beragam pengalaman wisata di Lombok, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, kerajinan hingga destinasi unggulan lainnya.
Keberhasilan pengembangan cruise tourism di Gili Mas akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kualitas pelayanan, konektivitas transportasi dan kompetensi SDM.
Jika seluruh mata rantai tersebut dapat dipersiapkan dengan baik, kunjungan kapal pesiar dari Singapura maupun negara lainnya berpotensi tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri pariwisata dan perekonomian masyarakat Lombok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....