Hotel Senggigi Hadapi Tren Baru, Wisatawan Pilih Booking Last Minute
- 08 Agt 2026 17:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Industri perhotelan di kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai menangkap sinyal positif menjelang periode kunjungan wisatawan. Sejumlah pemesanan kamar telah masuk, meski hingga kini pergerakannya belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
General Manager Holiday Resort Lombok, I Ketut Murta Jaya Kusuma, M.Tr.Par, CHA, mengatakan tren pemesanan kamar saat ini cenderung bergerak secara bertahap. Kondisi tersebut membuat pelaku hotel belum dapat menjadikan jumlah booking yang masuk sebagai indikator pasti tingkat okupansi dalam beberapa waktu ke depan.
"Kalau hotel secara umum di Senggigi, memang sudah ada mulai booking-an yang masuk, tetapi masih belum signifikan," ujar I Ketut Murta Jaya Kusuma saat ditemui RRI di Hotelnya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Menurutnya, pola pemesanan kamar wisatawan kini semakin bergeser. Banyak calon tamu tidak lagi melakukan reservasi jauh-jauh hari, melainkan memilih menunggu hingga mendekati waktu perjalanan.
Pola tersebut dikenal sebagai last minute booking, yakni pemesanan yang dilakukan dalam waktu relatif dekat dengan tanggal kedatangan. Fenomena ini dinilai semakin mudah terjadi seiring berkembangnya teknologi digital dan platform pemesanan akomodasi.
"Trennya itu adalah last minute booking," katanya menegaskan.
Kemudahan teknologi membuat wisatawan dapat membandingkan berbagai pilihan akomodasi secara cepat sebelum menentukan hotel yang akan ditempati. Mereka juga dapat melihat jenis kamar, fasilitas, lokasi hingga pilihan harga melalui berbagai kanal pemesanan digital.
"Apalagi dengan kemajuan teknologi. Mereka kadang-kadang berpikir, nanti saja pesanannya. Pesan online itu sebenarnya memudahkan mereka melihat jenis akomodasi apa yang menjadi pilihan mereka," ucapnya.
Kondisi tersebut membuat tingkat okupansi hotel di Senggigi tidak selalu dapat diproyeksikan hanya berdasarkan booking yang telah tercatat jauh sebelum periode kunjungan.
Di sisi lain, Holiday Resort Lombok mengaku tidak melakukan persiapan khusus yang bersifat mendadak untuk menghadapi perubahan pola kunjungan wisatawan. Hotel telah memiliki pola antisipasi yang dilakukan secara rutin berdasarkan pengalaman menghadapi berbagai momentum dari tahun ke tahun.
"Persiapan khususnya tidak ada, karena kita memang sudah terbiasa untuk mengantisipasi dari tahun ke tahun," katanya.
Menurut I Ketut, kesiapan hotel lebih diarahkan pada kemampuan membaca karakter kegiatan, bentuk event, serta segmen wisatawan yang berpotensi datang. Perhitungan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan pelayanan dan operasional hotel.
"Jadi jenis event-nya, bentuk event-nya, kebutuhan kira-kira segmen pasar apa yang akan datang," ujarnya.
Dengan pola reservasi yang semakin fleksibel dan cenderung mendekati waktu kedatangan, pergerakan okupansi hotel di Senggigi masih akan sangat bergantung pada keputusan wisatawan dalam beberapa waktu mendatang.
Bagi industri perhotelan di Lombok Barat, fenomena last minute booking bukan semata-mata menjadi tantangan, tetapi juga bagian dari perubahan perilaku wisatawan yang harus diantisipasi melalui kesiapan layanan dan strategi pemasaran digital.
Kawasan Senggigi sendiri tetap menjadi salah satu kawasan pariwisata penting di Lombok Barat. Karena itu, dinamika pemesanan kamar dan tingkat hunian hotel menjadi salah satu indikator yang ikut mencerminkan geliat pariwisata NTB.
Holiday Resort Lombok pun memilih menjaga kesiapan operasional sembari mencermati perkembangan reservasi yang masuk. Strategi tersebut dinilai lebih relevan menghadapi karakter wisatawan saat ini yang semakin mengandalkan teknologi dalam menentukan perjalanan dan akomodasi.
"Jadi kita sudah terbiasa mengantisipasi dari tahun ke tahun, termasuk melihat event, bentuk kegiatan dan segmen pasar yang kira-kira akan datang," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....