Lombok Barat Optimistis Hotel Terisi Penuh saat MotoGP 2026
- 03 Jul 2026 09:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Industri perhotelan di Lombok Barat mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi ajang MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Optimisme terhadap lonjakan wisatawan membuat pelaku usaha akomodasi menyiapkan seluruh kapasitas kamar sekaligus memperkuat pelayanan, keamanan, hingga menjaga stabilitas tarif demi mempertahankan citra pariwisata Nusa Tenggara Barat.
General Manager Merumatta Hotel, Fahrurrozi, memastikan pihaknya telah menyiapkan seluruh kamar hotel untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang menyaksikan balapan kelas dunia tersebut.
"Kami menyiapkan 100 persen kapasitas hotel. Sebanyak 167 kamar akan kami siagakan sepenuhnya untuk melayani tamu dan penonton MotoGP yang datang ke Lombok," ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, target okupansi selama penyelenggaraan MotoGP tidak sekadar meningkat, tetapi mampu mencapai tingkat hunian maksimal.
"Harapan kami tentu seluruh kamar yang tersedia dapat terisi penuh. Kami optimistis okupansi bisa mencapai 100 persen selama MotoGP berlangsung," katanya.
Ia menilai MotoGP 2026 menjadi momentum penting bagi industri pariwisata, khususnya sektor perhotelan di Lombok Barat. Karena itu, seluruh hotel di daerah tersebut diharapkan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi lonjakan wisatawan.
"Ini menjadi kesempatan besar bagi Lombok Barat. Hotel di wilayah ini cukup banyak sehingga perlu koordinasi dan kesiapan bersama agar seluruh tamu dapat terlayani dengan baik," tegasnya.
Fahrurrozi juga meyakini antusiasme MotoGP tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Salah satu faktor pendorongnya adalah kehadiran pembalap Indonesia yang akan tampil pada kelas Moto3 sehingga diperkirakan mampu menarik lebih banyak penonton dari berbagai daerah.
"Kehadiran pembalap Indonesia tentu menjadi daya tarik tersendiri. Saya yakin masyarakat ingin melihat langsung penampilannya sehingga minat datang ke Lombok akan semakin besar," ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kapasitas hotel di kawasan Senggigi diperkirakan belum mampu menampung seluruh wisatawan apabila jumlah penonton meningkat drastis.
Menurutnya, kawasan Senggigi diperkirakan hanya memiliki sekitar seribu kamar hotel. Jika wisatawan memadati wilayah Kuta Mandalika, Kota Mataram hingga Senggigi secara bersamaan, maka kebutuhan kamar berpotensi melampaui kapasitas yang tersedia.
"Kalau seluruh penonton memusatkan diri di kawasan itu, saya rasa jumlah kamar tidak akan mencukupi. Karena itu hotel-hotel di Kabupaten Lombok Utara hingga kawasan Tiga Gili juga perlu bersiap menerima limpahan tamu," katanya.
Selain persoalan kapasitas, Fahrurrozi menaruh perhatian serius terhadap stabilitas harga kamar. Ia berharap tidak terulang praktik kenaikan tarif yang dinilai berlebihan sebagaimana pernah terjadi pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya.
"Hotel jangan menaikkan tarif secara semena-mena. Pemerintah perlu menetapkan batasan yang jelas agar harga tetap wajar dan wisatawan tidak dirugikan," tegasnya.
Ia menambahkan, industri perhotelan pada prinsipnya siap mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah. Apabila terdapat hotel yang melanggar ketentuan, menurutnya penegakan aturan menjadi kewenangan pemerintah dan pemangku kepentingan.
"Kalau regulasinya jelas, kami pasti mengikuti. Bila ada yang melanggar, tentu pemerintah dapat memberikan teguran maupun sanksi sesuai ketentuan," ujarnya.
Di sisi lain, Merumatta Hotel mengaku telah mengamankan sebagian besar okupansi melalui pemesanan grup yang dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan MotoGP.
"Reservasi kami sebenarnya sudah cukup stabil karena ada sejumlah grup dan instansi yang lebih dulu melakukan pemesanan. Jadi saat MotoGP berlangsung, sebagian kamar sudah dipastikan terisi," katanya.
Persiapan juga dilakukan dari sisi keamanan. Seluruh unsur operasional hotel diminta meningkatkan kewaspadaan agar tamu memperoleh rasa aman dan nyaman selama menginap.
"Kami memastikan keamanan menjadi prioritas. CCTV dipasang untuk memantau aktivitas tamu, karyawan maupun pergerakan orang yang keluar masuk area hotel sehingga seluruh tamu merasa nyaman selama menginap," ujarnya.
Menjelang semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP 2026, Fahrurrozi mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak menunda pemesanan kamar.
"Segera lakukan reservasi dan pastikan pembayaran agar kamar yang diinginkan tidak kehabisan. Pilih hotel yang aman, nyaman, dan pastikan tarifnya masih dalam batas kewajaran," ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga nama baik pariwisata NTB dengan melaporkan apabila menemukan tarif hotel yang tidak masuk akal.
"Kalau ada harga yang tidak wajar, silakan dilaporkan. Kita harus bersama-sama menjaga citra pariwisata Lombok dan Nusa Tenggara Barat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....