Senggigi Jadi Pusat Lebaran Topat yang Memikat Wisatawan Dunia

  • 28 Mar 2026 13:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Suasana semarak dan penuh makna menyelimuti kawasan Amphitheater Senggigi, Kecamatan Batulayar, saat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar tradisi tahunan Lebaran Topat 2026, Sabtu 28 Maret 2026. Perayaan ini tampil lebih representatif dengan kemasan yang kuat secara budaya sekaligus strategis dalam mendukung sektor pariwisata, tanpa meninggalkan nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Momentum sakral ini semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, bersama Hj. Sinta Aghatia Iqbal. Turut hadir Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Nurul Adha, jajaran Forkopimda, Kejati NTB, hingga masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara yang memadati lokasi acara.

Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi simbol kuat bahwa Lebaran Topat bukan sekadar tradisi, melainkan perekat kebersamaan yang mempertegas identitas daerah sekaligus mengangkat Lombok Barat sebagai destinasi wisata unggulan.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan tradisi ini. Ia menilai Lebaran Topat mampu menjadi magnet yang menarik antusiasme masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Tradisi ini terus berkembang dalam kemasan, namun nilai dan prosesi sakralnya tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, makna filosofis Lebaran Topat tergambar dari simbol ketupat yang memiliki empat sisi. Menurutnya, Lebaran berarti tuntasnya ibadah puasa, Luberan mencerminkan semangat berbagi, Leburan bermakna saling memaafkan, dan Labur menunjukkan kesucian diri kembali ke fitrah.

“Nilai-nilai ini harus terus kita jaga sebagai kekuatan budaya dan spiritual masyarakat,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menekankan Lebaran Topat merupakan warisan leluhur yang sarat makna sosial dan spiritual. Ia menyebut tradisi ini diperingati setiap 8 Syawal, ditandai dengan ziarah makam ulama, doa bersama, hingga kebersamaan masyarakat di kawasan pantai.

“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi identitas budaya masyarakat Lombok yang harus terus dilestarikan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, inovasi dalam penyelenggaraan menjadi langkah penting untuk menjaga relevansi tradisi di tengah perkembangan zaman. Tahun ini, berbagai atraksi budaya dan parade kreatif yang melibatkan pelaku pariwisata seperti hotel dan resort turut meramaikan suasana.

Menurutnya, setiap event budaya harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui kehadiran pelaku UMKM.

“Setiap kegiatan harus mampu menjadi daya tarik wisata, meningkatkan kunjungan, serta berdampak pada pendapatan daerah,” katanya mengakhiri.

Pemindahan lokasi ke kawasan Senggigi dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan nuansa baru yang lebih tertata dan menarik. Dengan konsep terbuka serta dukungan panorama wisata unggulan, perayaan tahun ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Semarak Lebaran Topat 2026 pun menjadi bukti bahwa tradisi dapat berjalan selaras dengan perkembangan pariwisata. Dari Senggigi, harmoni antara budaya, spiritualitas, dan ekonomi masyarakat terpancar kuat, menghadirkan optimisme baru bagi masa depan Lombok Barat yang lebih maju dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....