Wisata Kuliner Jadi Magnet Menarik Minat Wisatawan ke Senggigi
- 16 Sep 2026 13:54 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kuliner daerah kini menjadi komponen strategis dalam daya tarik wisata di Senggigi, Lombok Barat, bukan hanya pelengkap pengalaman menginap.
- Aruna Senggigi Resort & Convention menghadirkan berbagai pilihan makanan autentik mulai dari kuliner khas Sasak hingga masakan Nusantara dari berbagai daerah Indonesia.
- Integrasi pengalaman kuliner lokal dalam penawaran pariwisata mencerminkan strategi pengembangan wisata yang lebih holistik dan berkelanjutan di destinasi Senggigi.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Sajian kuliner tidak lagi sekadar pelengkap pengalaman menginap. Di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, ragam makanan khas daerah mulai ditempatkan sebagai bagian dari daya tarik yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan.
Hal itu turut dilakukan Aruna Senggigi Resort & Convention dengan menghadirkan berbagai pilihan makanan, mulai dari kuliner khas Sasak hingga sajian Nusantara dari sejumlah daerah di Indonesia.
General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, mengatakan kuliner menjadi salah satu pertimbangan yang dapat memengaruhi pilihan wisatawan ketika berkunjung dan menginap di hotel.
"Di Aruna Senggigi, kami melihat wisata kuliner sebagai salah satu pengaruh terhadap pilihan tamu untuk berwisata," ujar Yeyen. Rabu 16 September 2026.
Menurutnya, makanan khas Sasak menjadi salah satu sajian yang terus ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan rasa Lombok kepada wisatawan. Sejumlah menu lokal seperti Soto Sasak dan nasi begibung turut ditawarkan sebagai bagian dari pengalaman kuliner bagi para tamu.
Yeyen menilai keberadaan menu khas daerah memiliki nilai lebih karena wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga dapat mengenal karakter kuliner Lombok.
"Untuk Soto Sasak juga kami ada di sini dengan keragaman isiannya. Nasi begibung juga kami tawarkan untuk wisatawan sehingga mereka dapat mengenal rasa makanan khas dari Lombok," katanya.
Tak hanya mengandalkan kuliner lokal, Aruna Senggigi juga menghadirkan konsep angkringan setiap Sabtu dan Minggu. Konsep tersebut mengangkat tema selera Nusantara dengan menu yang dapat berganti setiap bulan.
Pergantian tema dilakukan untuk memberikan variasi kepada tamu. Sajian dari berbagai daerah di Indonesia ikut diperkenalkan, salah satunya pempek Palembang.
"Menu kami kurang lebih sama, tetapi setiap bulan kami ganti temanya. Kami mencoba menampilkan makanan dari beberapa daerah, seperti pempek Palembang, agar tamu tidak bosan dan memiliki pilihan makanan daerah lain di luar Lombok," ucapnya.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan bukan hanya sebagai aktivitas makan dan minum. Aruna Senggigi memadukan kuliner dengan hiburan berupa atraksi dan tarian tradisional Nusantara sehingga pengalaman wisatawan menjadi lebih beragam.
Yeyen mengatakan pendekatan itu penting karena kuliner bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat kunjungan wisatawan. Daya tarik alam dan kesenian tradisional juga memiliki peran yang perlu dikemas secara terpadu.
"Kalau menurut saya, wisata kuliner ini bukan faktor yang menyebabkan kunjungan secara langsung. Kuliner hanya memengaruhi, karena masih banyak faktor lain seperti alam dan kesenian tradisional," ujarnya.
Karena itu, menurut dia, berbagai potensi tersebut perlu dikemas dalam satu konsep wisata yang saling menguatkan. Kuliner menjadi salah satu bagian yang dapat melengkapi atraksi wisata dan menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Konsep angkringan, misalnya, menyasar makanan yang terjangkau dan mudah dinikmati wisatawan dari sore hingga malam hari. Pilihannya tidak hanya makanan berat, tetapi juga beragam kudapan.
"Kami ingin menghadirkan makanan yang affordable dan comfort food sehingga tamu bisa menikmati suasana dari sore sampai malam," katanya.
Menu yang disajikan antara lain makanan ringan hingga hidangan yang lebih mengenyangkan seperti pecel pincuk dan nasi gandul. Dengan variasi tersebut, wisatawan memiliki pilihan untuk sekadar menikmati camilan maupun menjadikan aktivitas kuliner sebagai bagian dari agenda wisata.
Bagi Aruna Senggigi, penguatan kuliner lokal dan Nusantara menjadi salah satu cara untuk menciptakan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Kuliner pun ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian atraksi, bukan berdiri sendiri sebagai sajian di meja makan.
"Jadi kami tidak hanya menghadirkan kuliner, tetapi juga atraksi dan suasana yang membuat wisatawan bisa menikmati pengalaman secara lebih lengkap," kata Yeyen mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....