Senggigi Sunset Show Mengubah Wajah Wisata dan Ekonomi Lombok Barat
- 21 Sep 2026 06:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat meluncurkan Senggigi Sunset Show sebagai wajah baru Festival Senggigi untuk menghidupkan kembali destinasi wisata unggulan tersebut.
- Acara berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi pada Sabtu malam, 19 September 2026, dengan konsep yang menghubungkan wisatawan, hotel, UMKM, dan sektor produksi masyarakat.
- Strategi ini dirancang tidak hanya untuk memberikan hiburan tetapi membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Suasana kawasan wisata Senggigi kembali menggeliat. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadikan Senggigi Sunset Show sebagai salah satu strategi untuk menghidupkan kembali destinasi unggulan tersebut sekaligus memastikan ramainya kunjungan wisatawan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Kegiatan yang merupakan wajah baru dari Festival Senggigi itu berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu malam, 19 September 2026. Konsep baru tersebut diarahkan bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi membangun ekosistem pariwisata yang mampu menghubungkan wisatawan, hotel, UMKM, hingga sektor produksi masyarakat.
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha mengatakan, perubahan konsep kegiatan diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan daya tarik Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata utama di Lombok Barat.
"Mudah-mudahan ini menandakan destinasi wisata di Senggigi terus bangkit, terus lebih baik menjadi tempat yang sangat nyaman untuk tamu-tamu, khususnya tamu mancanegara dan tamu domestik kita," ujarnya.
Menurut Nurul Adha, ukuran keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya dilihat dari padatnya wisatawan atau ramainya sebuah event. Pergerakan wisatawan harus mampu menciptakan efek berantai terhadap tingkat hunian hotel, lama tinggal, penerimaan daerah, serta pendapatan masyarakat.
Pemandangan kawasan Senggigi yang ramai pada malam pelaksanaan acara, termasuk dari arah Batulayar menuju Senggigi, disebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan geliat wisata.
"Kita berharap tidak hanya sekadar ramai, tetapi keramaian Senggigi ini menandakan Senggigi luar biasa. Senggigi tetap menjadi alternatif yang paling indah di Lombok," katanya.
Namun, geliat tersebut menurutnya harus diikuti dengan pembenahan berbagai aspek pendukung. Keamanan, kenyamanan, kebersihan, penerangan jalan, layanan kesehatan, hingga keberadaan UMKM menjadi bagian penting agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik selama berada di kawasan Senggigi.
"Saya yakin masyarakat Lombok Barat siap semua menghadirkan Senggigi yang nyaman dan penuh kedamaian yang dirindukan oleh dunia," tegasnya.
Nurul Adha juga menyoroti pentingnya membangun keterkaitan antara industri pariwisata dengan sektor ekonomi masyarakat. Hotel dan restoran di kawasan Senggigi dinilai memiliki potensi besar menjadi pasar bagi hasil pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, serta produk UMKM Lombok Barat.
Dengan pola tersebut, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak berhenti pada aktivitas di kawasan destinasi. Permintaan dari sektor perhotelan dan kuliner juga dapat menggerakkan produksi masyarakat dari tingkat hulu.
"Kita berharap ramainya Senggigi, ramainya tingkat hunian hotel-hotel kita harus ada hubungannya dengan pertanian supaya hasil pertanian kita diserap juga oleh pelaku-pelaku usaha wisata yang ada di Senggigi ini," jelasnya.
Ia meminta koordinasi antara perangkat daerah, pengelola hotel dan pelaku usaha pariwisata diperkuat. Produk masyarakat yang memenuhi kebutuhan industri pariwisata diharapkan dapat masuk ke rantai pasok hotel maupun usaha kuliner.
Konsep tersebut sekaligus diharapkan mampu membuat pertumbuhan pariwisata lebih terasa bagi masyarakat, bukan hanya bagi pelaku usaha yang bergerak langsung di sektor wisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Lombok Barat, Agus Gunawan, menjelaskan Senggigi Sunset Show merupakan hasil rebranding Festival Senggigi.
Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas event sekaligus menyesuaikan konsep kegiatan dengan kebutuhan dan karakter wisatawan yang datang ke Senggigi.
"Kita rebranding ini dalam rangka tentu peningkatan kualitas event," katanya.
Agus mengatakan, Festival Senggigi sebelumnya lebih banyak diarahkan sebagai hiburan bagi wisatawan pada periode high season hingga sekitar Agustus. Sementara konsep Senggigi Sunset Show dirancang lebih berkelanjutan dengan memperbesar keterlibatan pelaku ekonomi lokal.
UMKM menjadi salah satu unsur yang diperkuat dalam kegiatan tersebut. Bahkan, pelaku usaha dari hotel-hotel di kawasan Senggigi turut dilibatkan untuk menciptakan ruang interaksi ekonomi yang lebih luas.
Materi pertunjukan juga disesuaikan dengan karakter pengunjung. Penyesuaian itu dilakukan dengan mempertimbangkan hasil survei terhadap penyelenggaraan kegiatan sebelumnya.
Senggigi Sunset Show juga diposisikan sebagai bagian dari strategi road to MotoGP. Momentum penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika dinilai dapat menjadi peluang untuk memperpanjang aktivitas wisatawan di Lombok.
Agus menyebut mulai terlihat adanya peningkatan pemesanan kamar di sejumlah hotel Senggigi menjelang ajang tersebut. Kondisi itu diharapkan terus berkembang sehingga tingkat hunian hotel dapat meningkat secara optimal.
"Ini kita harapkan menjadi bagian dari road to MotoGP. Mereka yang datang nantinya bisa menikmati Senggigi sambil menunggu kegiatan MotoGP berlangsung," jelasnya.
Di sisi lain, arahan Wakil Bupati agar pariwisata terhubung langsung dengan sektor pertanian, UMKM, serta kelautan dan perikanan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Dinas terkait akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik, general manager hotel, serta organisasi perangkat daerah untuk memetakan dan mengkurasi produk lokal yang mampu memenuhi standar kebutuhan industri perhotelan.
"Jadi tidak hanya dari okupansi tamu, tetapi kualitas pangan dan produk lokal kita juga harus bisa diserap oleh hotel," ujarnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari target agar Senggigi tidak hanya hidup ketika event berlangsung. Pemerintah daerah ingin menjadikan aktivitas wisata sebagai penggerak ekonomi yang memiliki dampak lebih panjang bagi pelaku usaha dan masyarakat Lombok Barat.
Senggigi Sunset Show pun diarahkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan. Event tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kunjungan wisatawan, mendorong lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, membuka pasar UMKM, sekaligus memperluas penyerapan produk lokal.
"Pariwisata harus memberikan dampak kepada masyarakat," menjadi semangat yang ditekankan dalam pengembangan Senggigi ke depan, katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....