Mengenang Maradona,Legenda Sepakbola Yang Lahir 30 Oktober 1960

  • 29 Okt 2025 14:03 WIB
  •  Mataram

KBRN. Mataram: Diego Armando Maradona lahir pada 30 Oktober 1960, di Policlínico (Poliklinik) Rumah Sakit Evita di Lanús, yang terletak di Provinsi Buenos Aires. Dia lahir dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan dan sebelumnya tinggal di Provinsi Corrientes.

Dikutip dari Wikipedia, Maradona tumbuh di Villa Fiorito, sebuah daerah kumuh di pinggiran selatan Buenos Aires, Argentina. Dia adalah anak pertama dalam keluarga yang memiliki empat anak perempuan.

Ketika berusia 10 tahun, bakatnya dalam sepak bola ditemukan oleh pencari bakat dari klub Argentinos Juniors. Dua tahun setelah itu, dia menjadi maskot tim yang disebut Los Cebollitas (Bawang Kecil), di mana tugasnya adalah menghibur penonton dengan kemampuannya selama jeda pertandingan di kompetisi divisi utama Argentina, Argentinos Juniors.

Baca juga Ternyata! Islandia Itu Negara Tanpa Nyamuk

Bakatnya menarik perhatian hingga ke Inggris ketika klub Sheffield United mencoba membelinya dengan harga 180. 000 poundsterling, tetapi penawaran itu ditolak oleh Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama tim nasional Argentina. Pada tahun 1981, dia ditransfer ke Boca Juniors dengan biaya 1 juta poundsterling dan meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya.

Maradona memainkan pertandingan pertamanya untuk Argentina saat berusia 16 tahun melawan Hungaria pada 27 Februari 1977. Ketika berusia 18 tahun, dia ikut serta dalam Piala Dunia Junior yang diadakan di Jepang, di mana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dan menang dengan skor 5-0. Maradona mencetak 2 gol dalam pertandingan tersebut, sementara Ramón Díaz mencetak hattrick.

Dia juga mengalami debut Piala Dunia pada ajang FIFA 1982. Pada fase penyisihan, Argentina yang merupakan juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 dari Belgia. Meski demikian, Argentina berhasil melanjutkan ke babak kedua setelah mengalahkan Hungaria 4-1 dan El Salvador 2-0. Di babak berikutnya, mereka kembali kalah dari Italia dengan skor 1-2 dan Brazil 1-3. Maradona berperan dalam semua pertandingan Piala Dunia tersebut dan mencetak 2 gol, yang semuanya terjadi saat melawan Hungaria.

Gol kontroversial Diego Maradona untuk Argentina di perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris, menurutnya, dicetak "sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan". Foto: Popperfoto

Maradona kembali terpilih sebagai kapten Argentina namun hanya melakoni 2 kali pertandingan dan mencetak 1 gol dalam laga melawan Yunani. Ia kemudian terlibat dalam kasus doping, yang mengakibatkannya dilarang tampil dalam turnamen. Maradona membantah bahwa ia sengaja menggunakan doping dan mengklaim bahwa ada konspirasi melawan dirinya yang dirancang oleh Amerika Serikat.

Maradona menjadi pelatih tim nasional Argentina dari November 2008 hingga Juli 2010. Selama kariernya bersama Argentina, Maradona telah bermain sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Ia dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik abad ini, seiring dengan Pele, Johan Cruyff, Roberto Baggio, Gerd Müller, Bobby Charlton, dan Ferenc Puskas. Ia juga dikenal karena mencetak gol terkenal dengan tangan yang dijuluki "gol tangan tuhan. "

Kehadiran serta kepemimpinannya di lapangan sangat memengaruhi performa tim secara keseluruhan, sementara ia sering kali menjadi target perhatian lawan. Selain bakat kreatif yang dimilikinya, ia juga mampu mencetak gol dan dikenal sebagai ahli dalam tendangan bebas. Karena bakatnya yang menonjol sejak dini, Maradona dijuluki El Pibe de Oro ("Anak Emas"), sebuah julukan yang menempel padanya selama kariernya.

Baca juga Tall Poppy Syndrom, Saat Kesuksesan Justru Dibenci

Maradona adalah atlet pertama yang dua kali memecahkan rekor dunia untuk biaya transfer: pada tahun 1982 ketika ia bergabung dengan Barcelona seharga £5 juta, dan pada tahun 1984 saat ia pindah ke Napoli dengan biaya £6,9 juta.

Diego Maradona beraksi untuk Napoli dalam serangkaian pertandingan antara Napoli dan Juventus pada pertengahan 1980-an.foto: Alessandro Sabattini/Getty Images

Dia bermain di sejumlah klub seperti Argentinos Juniors, Boca Juniors, Barcelona, Napoli, Sevilla, dan Newell's Old Boys selama kariernya, dan paling terkenal saat membela Napoli di mana ia meraih berbagai penghargaan dan membawa klub tersebut memenangkan Serie A dua kali. Namun, Maradona juga mengalami masalah dalam kehidupan pribadinya, dan hubungannya dengan Napoli berakhir setelah ia dikenakan larangan akibat penggunaan kokain.

Dalam perjalanan internasionalnya bersama Argentina, ia mencatat 91 penampilan dan mencetak 34 gol. Maradona berpartisipasi dalam empat Piala Dunia FIFA, termasuk Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana ia menjabat sebagai kapten Argentina dan membawa timnya meraih kemenangan atas Jerman Barat di final, serta mendapatkan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.

Baca juga Ini Trik Umrah Mandiri Agar Aman dan Nyaman

Di perempat final Piala Dunia 1986, ia menyumbangkan kedua gol dalam kemenangan 2-1 atas Inggris, yang menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola karena dua alasan berbeda. Gol pertama dihasilkan dari pelanggaran tangan yang tidak dihukum penalti, yang dikenal sebagai "Tangan Tuhan", sedangkan gol kedua terjadi setelah ia menggiring bola sejauh 60 meter melewati lima pemain Inggris, yang kemudian dipilih sebagai "Gol Abad Ini" oleh pemilih FIFA. com pada tahun 2002.

Pada 25 November 2020, Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung di rumahnya yang terletak di Tigre, Provinsi Buenos Aires, Argentina.

Rekomendasi Berita