Sektor Pertanian dan Tambang jadi Kunci Tekan Pengangguran

  • 06 Okt 2026 12:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengandalkan sektor pertanian dan pertambangan untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Pemerintah menargetkan angka pengangguran turun dari sekitar 2,4 persen saat ini menjadi 2,21 persen pada 2027.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja. Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu strategi utama, karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam perekonomian daerah.

Menurut Budi, peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pertanian akan memperkuat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi itu, sekaligus membuka peluang munculnya kegiatan ekonomi baru yang membutuhkan tenaga kerja.

“Pola untuk penurunan pengangguran adalah dengan penguatan dan penciptaan lapangan kerja. Di sektor pertanian penguatan PDRB-nya kan di situ,” kata Budi, Selasa 6 Oktober 2026.

Selain pertanian, pemerintah daerah memproyeksikan sektor pertambangan mulai memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja pada 2027. Kehadiran sektor tersebut, akan menambah pilihan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Terutama, jika pemerintah dapat memastikan tenaga kerja lokal memenuhi kebutuhan industri.

Budi menilai, target TPT sebesar 2,21 persen pada 2027 cukup realistis. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pertumbuhan sektor ekonomi. Pemda Sumbawa juga menyiapkan tenaga kerja, agar mampu mengisi peluang kerja yang tersedia.

“Dengan demikian, akan muncul sektor baru yakni pertambangan. Sehingga angka ini realistis untuk dilihat di 2027,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan masuknya investasi pada sejumlah sektor potensial. Pengembangan sektor garam, udang, dan hilirisasi ayam terintegrasi, menjadi beberapa sektor yang tengah dibahas Pemkab Sumbawa.

Investasi pada sektor-sektor tersebut, diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah akan mendorong agar kebutuhan tenaga kerja dari investasi yang masuk, dapat dipenuhi masyarakat Sumbawa.

“Sehingga pola penyerapan tenaga kerja lokal yang menjadi substansinya sangat bisa diwujudkan,” kata Budi.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemkab Sumbawa mulai meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja. Disnakertrans Kabupaten Sumbawa telah menjalankan berbagai pelatihan, untuk membentuk tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.

Pemerintah juga memperkuat pendataan tenaga kerja. Disnakertrans akan menghimpun data calon pekerja melalui Pendataan Sistem Kerja Nasional. Data tersebut akan menjadi basis, untuk memetakan jumlah tenaga kerja, keterampilan, serta potensi penempatannya.

Budi meminta Disnakertrans menyiapkan basis data tenaga kerja secara lebih terukur. Pemerintah membutuhkan data tersebut, agar kebutuhan tenaga kerja dari berbagai sektor dapat dipertemukan dengan calon pekerja lokal.

“Saya minta Disnakertrans untuk menyiapkan database. Termasuk menyiapkan skill tenaga kerja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....