Anak Muda Masih Enggan Jadi Petani, BI NTB Dorong Pertanian Berbasis Teknologi
- 02 Sep 2026 13:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong percepatan regenerasi petani dengan meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi generasi muda.
Kepala Kantor Perwakilan BI NTB mengatakan, regenerasi petani menjadi tantangan bersama karena minat generasi muda untuk menjadikan pertanian sebagai pilihan pekerjaan dinilai masih rendah.
Hal itu disampaikannya dalam acara Bincang Bareng Media bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB di Mataram, Rabu 2 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di NTB, tetapi juga menjadi persoalan di berbagai daerah. Karena itu, diperlukan sinergi antara BI, kementerian, lembaga terkait, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.
“Jarang kita temui anak-anak yang masih sekolah punya cita-cita menjadi petani. Ini menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk menyediakan berbagai komoditas pangan dan bahan strategis yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk menarik minat generasi muda, BI mendorong agar pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional yang identik dengan penggunaan cangkul dan aktivitas manual.
Sebaliknya, pemanfaatan teknologi dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan citra baru sektor pertanian sebagai bidang usaha yang modern dan menjanjikan.
“Pertanian sekarang tidak lagi hanya menggunakan cangkul, tetapi juga bisa menggunakan intervensi teknologi yang semakin canggih,” katanya.
BI juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan pertanian sebagai profesi sekaligus usaha yang memiliki prospek ekonomi.
Selain teknologi, BI berupaya memperkenalkan kisah sukses petani muda sebagai contoh bahwa sektor pertanian mampu memberikan penghasilan dan peluang usaha yang menjanjikan.
Kisah petani muda yang berhasil mengembangkan usaha hingga menembus pasar ekspor, menurutnya, dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sebagai profesi sekaligus dunia usaha.
Dalam program pengembangan klaster pertanian, BI juga mulai memperhatikan keberadaan petani muda di dalam kelompok binaan.
Keberadaan anggota muda tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses regenerasi sehingga keberlanjutan kelompok tani tetap terjaga ketika terjadi pergantian kepengurusan maupun generasi.
“Kami harapkan kelompok-kelompok binaan kami juga diisi oleh anggota-anggota petani muda untuk keberlanjutan kelompok,” ujarnya.
BI menilai regenerasi petani menjadi semakin penting karena sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, penguatan sektor pertanian tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem pertanian yang mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang sebagai petani sekaligus pengusaha.
Upaya tersebut sejalan dengan perluasan mandat kebijakan BI yang turut diarahkan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sektor riil dan perluasan lapangan kerja.
Dengan demikian, transformasi pertanian melalui teknologi, peningkatan produktivitas, dan penguatan kapasitas petani muda diharapkan mampu menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sektor pertanian NTB di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....