Yoshihito Pastikan Pekerja Indonesia Hidup Aman dan Nyaman di Jepang
- 06 Okt 2026 11:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Wali Kota Ichinoseki, Jepang, Yoshihito Satou, menegaskan pentingnya membangun pemahaman yang lebih mendalam antara masyarakat Jepang dan Indonesia, khususnya masyarakat Bima, seiring semakin terbukanya peluang warga Indonesia untuk bekerja dan tinggal di Jepang.
Hal tersebut disampaikan Yoshihito Satou saat melakukan kunjungan ke Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, bersama rombongan dari Ichinoseki. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus memahami secara langsung kehidupan, pendidikan, serta pandangan masyarakat Bima.
Yoshihito menjelaskan, pemerintah dan masyarakat di Ichinoseki memiliki perhatian khusus terhadap keberadaan warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di wilayah mereka.
Menurutnya, sekitar tiga tahun lalu pihaknya telah membentuk sebuah dukungan khusus bagi warga Indonesia yang berada di Ichinoseki. Langkah tersebut dilakukan agar warga Indonesia dapat menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman sekaligus menjadi bagian dari masyarakat setempat.
"Kami memiliki perusahaan yang mempekerjakan warga asing termasuk Indonesia. Tiga tahun lalu kami membentuk dukungan khusus bagi warga asing, agar mereka dapat hidup dengan aman, nyaman dan menjadi bagian dari masyarakat di kota kami," ujar Yoshihito.
Ia mengatakan, keberadaan warga asing di Jepang bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, menurut dia, masyarakat di negara asal juga perlu memahami bagaimana kehidupan warga mereka ketika bekerja dan tinggal di Jepang.
Terlebih, saat ini semakin banyak warga Indonesia yang datang ke Jepang untuk bekerja. Kondisi tersebut membuat komunikasi dan pemahaman antara kedua masyarakat menjadi semakin penting.
"Ketika saat ini warga Indonesia datang dan bekerja di kota kami, kami merasa sangat penting untuk memperdalam pemahaman masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bima," katanya.
Yoshihito menilai, pemahaman tersebut tidak cukup dibangun hanya melalui hubungan antarpemerintah atau perusahaan. Pertukaran secara langsung dengan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan berbagai unsur pendidikan juga dinilai penting.
Karena itu, selama berada di Bima, rombongan Ichinoseki tidak hanya bertemu dengan Pemerintah Kota Bima.
Rombongan juga mengunjungi sekolah Jepang serta sejumlah perguruan tinggi dan sekolah yang ada di Bima.
Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi pendidikan dan mendengarkan pandangan masyarakat Bima mengenai hubungan Indonesia dan Jepang, termasuk peluang warga Bima untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di Jepang.
"Kami datang ke Bima untuk melihat secara langsung dan mendengarkan pandangan langsung dari bapak dan ibu semua," ujar Yoshihito.
Menurutnya, kunjungan tersebut penting karena hubungan antarmasyarakat akan menjadi fondasi dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Ichinoseki dan Bima.
Ia berharap masyarakat Bima dapat memahami lingkungan sosial dan budaya Jepang, sementara masyarakat Ichinoseki juga semakin mengenal karakter, budaya serta potensi masyarakat Bima.
Dengan demikian, keberadaan warga Indonesia yang bekerja di Jepang tidak hanya dipandang dari sisi pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan antarmanusia dan jembatan persahabatan kedua negara.
Kunjungan Wali Kota Ichinoseki bersama rombongan ke Bima juga menjadi momentum untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan, sumber daya manusia, ketenagakerjaan dan pertukaran budaya.
Hubungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah, terutama bagi generasi muda Bima yang memiliki peluang untuk menempuh pendidikan maupun bekerja di Jepang.
Kehadiran rombongan Ichinoseki di Bima sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia-Jepang tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah pusat, tetapi juga dapat berkembang melalui hubungan antarkota dan antarmasyarakat.
Bagi Bima, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia lokal menghadapi peluang kerja dan pendidikan di luar negeri.
Sementara bagi Ichinoseki, mengenal lebih dekat masyarakat Bima menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang dapat mendukung warga Indonesia ketika nantinya bekerja dan tinggal di Jepang.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara masyarakat Bima dan Ichinoseki, dengan semangat membangun kehidupan bersama yang aman, nyaman, saling memahami dan saling menghargai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....