Malaysia Jadi Tujuan Utama PMI Asal Lombok Tengah

  • 08 Sep 2026 20:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Malaysia masih menjadi tujuan utama warga Lombok Tengah yang memilih bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Dinas Tenaga Kerja Lombok Tengah mencatat 5.629 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) telah mendapatkan pelayanan dan rekomendasi pemberangkatan secara resmi hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 4.198 orang atau sekitar 75 persen berangkat ke Malaysia.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Lombok Tengah, Supiandi, mengatakan sebagian besar PMI yang bekerja di Malaysia terserap di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Dari 5.629 CPMI yang kami layani sampai Juli ini, sekitar 75 persennya atau 4.198 orang tujuannya Malaysia,” kata Supandi, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu pilihan utama karena lebih banyak membutuhkan tenaga fisik. Kondisi ini juga membuat PMI laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan.

Supandi menyebut, selain Malaysia, PMI asal Lombok Tengah juga bekerja di sejumlah negara lain, di antaranya Taiwan, Singapura, Hong Kong, Brunei Darussalam, Turki, Arab Saudi, Jepang, dan Uni Emirat Arab.

Seluruh PMI yang masuk dalam catatan tersebut, kata dia, merupakan pekerja yang menjalani proses pemberangkatan secara resmi. Penempatan dilakukan melalui skema P to P atau private to private, yakni kerja sama antara perusahaan penempatan di Indonesia dengan perusahaan di negara tujuan.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah PMI asal Lombok Tengah relatif stabil. Setiap tahun, warga Lombok Tengah yang bekerja ke luar negeri berada pada kisaran 9.000 hingga 10.000 orang.

Besarnya jumlah PMI juga dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui remitansi atau kiriman uang kepada keluarga di Lombok Tengah.

Supandi mencontohkan, jika seorang PMI mengirim sekitar Rp2 juta per bulan kepada keluarganya, maka ribuan PMI tersebut berpotensi menciptakan perputaran uang hingga miliaran rupiah setiap bulan di daerah.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu meningkatkan program pemberdayaan bagi purna PMI maupun keluarga PMI agar manfaat ekonomi dari keberadaan pekerja migran dapat terus berlanjut setelah mereka kembali ke daerah.

Saat ini, Disnaker menyediakan akses pelatihan melalui Balai Latihan Kerja atau BLK. Supandi juga mendorong masyarakat meningkatkan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa Inggris, untuk menangkap peluang kerja di sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan Lombok Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....