Kekeringan, BPBD Kabupaten Bima Salurkan 30 Ribu Liter

  • 02 Okt 2026 18:30 WIB
  •  Mataram

RRI. CO.ID, Bima - Krisis air bersih akibat musim kemarau masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bersama Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga desa.

Penyaluran dilakukan di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Desa Roka dan Desa Nata, Kecamatan Belo dan Palibelo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"BPBD terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan kebutuhan masyarakat di lapangan," kata Abdul Muis.

Di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, penyaluran dilakukan sekitar pukul 10.30 WITA di RT 001 dan RT 002. Sebanyak 2 rit atau 10.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 135 kepala keluarga atau 427 jiwa.

Selanjutnya, di Desa Roka, Kecamatan Belo, bantuan air bersih disalurkan sekitar pukul 14.10 WITA. Bantuan sebanyak 2 rit atau 10.000 liter diberikan kepada warga di Dusun III, RT 009, RT 011 dan RT 012.

Jumlah penerima bantuan di wilayah tersebut mencapai 143 KK atau 436 jiwa. Sementara di Desa Nata, Kecamatan Palibelo, penyaluran air bersih dilakukan sekitar pukul 16.10 WITA. Sebanyak 2 rit atau 10.000 liter air bersih disalurkan bagi 147 KK atau 451 jiwa warga yang terdampak kekeringan.

Dengan demikian, dalam penyaluran pada hari tersebut, total bantuan mencapai 6 rit atau sekitar 30.000 liter air bersih, yang diperuntukkan bagi sedikitnya 425 KK atau 1.314 jiwa berdasarkan data penerima dari tiga lokasi.

Abdul Muis menjelaskan, kondisi kekurangan air bersih terjadi akibat musim kemarau dan cuaca panas yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bima.

BPBD bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan serta organisasi perangkat daerah terkait terus melakukan pemantauan untuk mengetahui wilayah lain yang membutuhkan penanganan serupa.

"Koordinasi dengan camat, kepala desa, TNI dan Polri terus dilakukan, termasuk pendataan serta kaji cepat terhadap wilayah yang terdampak. Ini penting agar bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Selain bantuan air bersih, kebutuhan mendesak yang turut disampaikan dalam penanganan kekeringan adalah tandon air. Sarana tersebut dibutuhkan untuk menampung dan mendistribusikan air kepada masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien selama musim kemarau.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau kesulitan air bersih kepada BPBD Kabupaten Bima, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas setempat.

"Di tengah kondisi kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu," tegas Abdul Muis.

BPBD Kabupaten Bima juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai berbagai ancaman bencana selama musim kemarau, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

Hingga laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima pada Sabtu malam pukul 23.30 WITA, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian bencana yang dilaporkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....