Dekatkan Layanan, Camat Lobar Pelajari Strategi Kecamatan Dau Malang
- 29 Sep 2026 14:10 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pelayanan publik yang efektif tidak selalu bergantung pada teknologi canggih, tetapi pada kedekatan dan komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
- Para camat Kabupaten Lombok Barat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Dau, Malang untuk mempelajari model pelayanan publik yang inovatif dan berbasis kedekatan.
- Aksesibilitas layanan pemerintah tanpa terkecuali menjadi fokus utama dalam mengembangkan strategi pelayanan publik di tingkat kecamatan.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pelayanan publik yang benar-benar menyentuh masyarakat tidak selalu lahir dari teknologi canggih. Kedekatan pemerintah dengan warga justru menjadi salah satu kunci agar setiap layanan dapat diakses tanpa terkecuali.
Gagasan tersebut menjadi perhatian camat se-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa 29 September 2026.
Dalam kunjungan itu, rombongan menggali sejumlah praktik pelayanan yang diterapkan pemerintah Kecamatan Dau. Mereka berdiskusi langsung dengan jajaran kecamatan sekaligus melihat bagaimana inovasi tersebut dijalankan di lapangan.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian ialah PERGI LADIS, akronim dari Perekaman Biometrik bagi Lansia, Disabilitas, ODGJ dan warga yang memasuki usia 17 tahun.
Program tersebut mengusung pola pelayanan jemput bola. Petugas mendatangi warga yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.
Camat Dau, Desi Ariyanti, menjelaskan inovasi tersebut dibuat untuk menghilangkan hambatan warga dalam memperoleh pelayanan dokumen kependudukan.
"Kami ingin pelayanan tetap bisa menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan, khususnya warga disabilitas," kata Desi saat menerima rombongan camat Lobar di Kantor Kecamatan Dau, Selasa (29/9/2026).
Dengan mekanisme tersebut, proses perekaman biometrik maupun pelayanan dokumen kependudukan dapat dilakukan langsung di lokasi warga yang membutuhkan. Pendekatan ini juga menyasar lansia, ODGJ serta masyarakat yang terkendala kondisi kesehatan maupun jarak.
Wilayah Kecamatan Dau sendiri mencakup 10 desa dengan jumlah penduduk sekitar 67,9 ribu jiwa atau sekitar 22 ribu kepala keluarga.
Menurut Desi, kondisi geografis dan karakteristik masyarakat menjadi pertimbangan penting dalam merancang pelayanan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi berupaya mendatangi warga yang membutuhkan.
Selain administrasi kependudukan, rombongan camat Lobar turut mencermati inovasi di sektor kesehatan. Salah satu program yang dipelajari ialah JERUK MANIS LUR, yakni Jejaring untuk Menangani Stunting dengan Telur.
Program tersebut menghubungkan sejumlah unsur, mulai pemerintah desa, Puskesmas, PLKB, kader Posyandu hingga masyarakat. Intervensinya antara lain pemberian tambahan pangan berupa 10 butir telur kepada sasaran melalui kegiatan Posyandu.
Program itu diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani sebagai bagian dari upaya penanganan stunting.
Ketua rombongan camat se-Lombok Barat, H. Iswarta Mahmuluddin, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar melihat program daerah lain. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk mencari pola pelayanan yang memungkinkan diterapkan di Lobar.
"Di sini ada banyak hal yang bisa menjadi referensi bagi kami. Namun, tentu tidak semuanya harus diterapkan begitu saja. Kami akan melihat mana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lombok Barat," ujar Iswarta.
Ia menilai kekuatan sebuah inovasi pelayanan tidak semata-mata ditentukan oleh penggunaan teknologi. Pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat serta kemampuan menghadirkan layanan secara langsung juga menjadi bagian penting.
"Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah membangun komunikasi, merangkul masyarakat dan memberikan kemudahan pelayanan," katanya.
Iswarta menegaskan, pengalaman yang diperoleh selama berada di Kabupaten Malang akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing camat untuk mengembangkan pelayanan di wilayahnya.
"Kami ingin pelayanan publik di Lombok Barat semakin dekat dengan masyarakat. Hal-hal yang baik dari sini akan kami pelajari dan disesuaikan dengan kondisi daerah kita," ucapnya.
Kunjungan ke Kecamatan Dau menjadi salah satu agenda dalam rangkaian kerja camat se-Lombok Barat di Kabupaten Malang. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan membuka ruang bagi lahirnya pendekatan baru dalam pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Bagi rombongan camat Lobar, inti pembelajaran dari Dau bukan sekadar membawa pulang nama sebuah inovasi. Lebih dari itu, bagaimana semangat jemput bola, pelayanan inklusif dan kolaborasi lintas sektor dapat diterjemahkan sesuai kebutuhan masyarakat Lombok Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....