Persiapan Rakornas JKPI 2028, Situs Ai Renung Disiapkan jadi Heritage Route

  • 15 Sep 2026 14:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, mulai mendorong penguatan jalur wisata warisan budaya atau heritage route, dengan menjadikan Situs Ai Renung di Desa Batu Tering, sebagai salah satu titik penting menuju agenda Rakornas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028, di Kabupaten Sumbawa.

Camat Moyo Hulu, Deden Fitryadi, M.Si, meninjau langsung Situs Ai Renung untuk mengenali potensi sejarah dan budaya yang tersimpan di kawasan tersebut. Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan memetakan kekuatan pusaka Moyo Hulu yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Situs Ai Renung merupakan kompleks megalitik yang menyimpan tinggalan berupa sarkofagus atau kuburan batu. Tinggalan tersebut menjadi salah satu bukti jejak peradaban masa lampau di Sumbawa.

Kompleks Ai Renung terbagi dalam lima situs, yakni Ai Renung 1, Ai Renung 2, Ai Renung 3, Ai Renung 4, dan Ai Renung 5. Kawasan itu juga memiliki kekhasan berupa pahatan pada sejumlah sarkofagus, termasuk ornamen yang menggambarkan manusia dan binatang.

Sejumlah penelitian arkeologi mencatat kawasan Ai Renung memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat pengembangan kawasan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengutamakan aspek pariwisata, tetapi juga memperhatikan nilai sejarah, budaya, dan kelestarian tinggalan arkeologis.

Kepada wartawan, Deden Fitryadi yang diwawancarai, Selasa 15 September 2026, menilai, keberadaan Ai Renung tidak sekadar menyimpan cerita masa lalu. Ia melihat situs tersebut sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sejarah masyarakat Sumbawa, yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage.

“Ai Renung bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan warisan budaya dan identitas sejarah Sumbawa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi heritage,” ungkap Deden.

Menurut Deden, pemerintah perlu memperkuat aksesibilitas menuju kawasan tersebut jika ingin mengembangkan Ai Renung sebagai destinasi wisata sejarah. Kondisi akses yang masih cukup menantang dapat membatasi kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan perhatian terhadap peningkatan akses dan infrastruktur pendukung menuju situs. Namun, pembangunan infrastruktur tetap harus memperhatikan karakter kawasan serta melindungi tinggalan arkeologis yang terdapat di dalamnya.

“Harapan kami, peningkatan akses dan infrastruktur menuju Situs Ai Renung dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa, sehingga semakin mudah dikunjungi dan mampu mendukung pengembangan wisata sejarah, budaya, serta ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Deden melihat pengembangan Ai Renung juga dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Batu Tering dan wilayah sekitarnya. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi menggerakkan jasa wisata, kuliner, kerajinan, produk UMKM, hingga layanan pemandu lokal.

Ia mengatakan pengembangan kawasan heritage harus melibatkan masyarakat sejak awal. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima dampak ekonomi, tetapi juga perlu mengambil peran dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya yang ada di wilayahnya.

Bagi Moyo Hulu, pengembangan wisata pusaka juga menyangkut upaya memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. Situs-situs bersejarah dapat menjadi ruang pembelajaran di luar sekolah sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas daerah.

Deden menekankan aspek pelestarian harus berjalan seiring dengan pemanfaatan situs sebagai destinasi wisata. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan aktivitas kunjungan tidak merusak sarkofagus, pahatan, maupun tinggalan lain yang memiliki nilai sejarah.

Ia juga mengaitkan pengembangan Ai Renung dengan semangat Road to JKPI 2028 – Heritage Route Moyo Hulu. Konsep tersebut mendorong Moyo Hulu menyusun jalur yang menghubungkan berbagai potensi pusaka, baik situs sejarah, budaya, tradisi, maupun warisan leluhur yang tersebar di wilayah kecamatan.

“Mari bersama kita rawat dan promosikan pusaka Moyo Hulu,” ajak Deden.

Melalui konsep Heritage Route Moyo Hulu, pemerintah kecamatan ingin mengangkat Ai Renung bersama potensi pusaka lainnya, sebagai bagian dari jalur wisata yang menawarkan pengalaman sejarah dan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....