Belajar Inovasi dari Malang, Camat Lobar Gali Strategi Percepat Pelayanan Publik
- 29 Sep 2026 09:00 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Para camat se-Lombok Barat melakukan kunjungan studi ke Pemerintah Kabupaten Malang untuk mempelajari inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
- Kunjungan dilaksanakan pada Senin 28 September 2026 di Ruang Rapat Kartanegara dengan fokus pada pelayanan berbasis digital dan koordinasi antarlembaga.
- Upaya ini merupakan bagian dari dorongan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat melalui pembelajaran praktik terbaik dari daerah lain.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Upaya mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat terus didorong Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Kali ini, para camat se-Lombok Barat turun langsung menggali pengalaman Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, terkait inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kartanegara, Senin 28 September 2026. Agenda itu dimanfaatkan untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi pemerintahan diterapkan, mulai dari pelayanan berbasis digital, koordinasi antarlembaga, hingga pengawasan program dari tingkat kabupaten sampai desa.
Ketua rombongan, H. Iswarta, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sebatas agenda kedinasan maupun pertukaran pengalaman antardaerah. Menurutnya, terdapat sejumlah praktik pemerintahan di Kabupaten Malang yang berpotensi dikembangkan di Lombok Barat setelah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat.
"Kunjungan ini tentunya untuk belajar dan melakukan perubahan di kabupaten kami dengan mengadopsi inovasi yang ada," kata Iswarta.
Salah satu perhatian utama rombongan adalah pola pelayanan yang terintegrasi. Para camat juga mempelajari bagaimana pemerintah daerah memastikan program yang telah berjalan dapat dipantau, dievaluasi, dan diperbaiki apabila ditemukan kendala di lapangan.
"Termasuk bagaimana digitalisasi pelayanan publik menjadi bagian dari strategi camat. Kemudian bagaimana program dipantau dan dievaluasi," ujarnya.
Iswarta menegaskan, keberhasilan inovasi pemerintahan tidak semata-mata diukur dari kecanggihan sistem atau aplikasi yang digunakan. Ukuran paling penting, kata dia, tetap berada pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Ketika masyarakat puas dan nyaman, itu merupakan pelayanan tertinggi," katanya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang, Rachmat Hardijono, menyambut kedatangan rombongan camat dari Lombok Barat.
Ia menyebut pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah menjadi ruang penting untuk saling memperkuat tata kelola, terutama ketika tuntutan terhadap pelayanan publik semakin berkembang.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, kami sangat berbahagia menerima teman-teman dari Kabupaten Lombok Barat. Ajang silaturahmi ini sangat penting bagi kita di tengah tantangan tata kelola pemerintahan daerah," kata Rachmat.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang memaparkan sejumlah program yang telah dikembangkan. Salah satunya Centing Pelekor, sebuah inovasi yang diarahkan untuk mempercepat pencegahan sekaligus penanganan stunting melalui langkah yang terukur.
Selain persoalan stunting, perhatian juga diberikan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS). Program tersebut dijalankan melalui proses pendataan, penjangkauan, intervensi, hingga pendampingan terhadap anak yang masuk dalam sasaran program.
Pemkab Malang juga memperkenalkan Simama, inovasi pelayanan digital yang terhubung dengan perangkat pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
"Aplikasi ini terintegrasi dengan semua perangkat, baik kabupaten sampai ke desa," ungkapnya.
Paparan tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi para camat Lombok Barat. Tidak seluruh inovasi akan diterapkan begitu saja, sebab setiap wilayah memiliki karakter, persoalan, dan kebutuhan masyarakat yang berbeda.
Karena itu, inovasi yang dinilai relevan akan dikaji lebih lanjut untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi Lombok Barat.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan pola pelayanan di tingkat kecamatan. Digitalisasi, integrasi data, pemantauan program, serta koordinasi hingga desa menjadi bagian yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, kunjungan kerja ke Malang tidak berhenti sebagai agenda berbagi pengalaman. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi pembaruan konkret sehingga masyarakat Lombok Barat memperoleh pelayanan yang semakin cepat, sederhana, transparan, dan responsif.
"Yang paling penting adalah bagaimana inovasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Iswarta mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....