JAMNAS WI 2026 di NTB Soroti Peran Widyaiswara di Era AI
- 14 Sep 2026 11:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- JAMNAS WI 2026 di NTB mendorong Widyaiswara bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi penggerak inovasi dan kinerja ASN di era AI.
- Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan untuk memperkuat birokrasi yang adaptif, digital, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
RRI.CO.ID, Mataram - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) memaksa birokrasi mengubah cara kerja. Widyaiswara pun dituntut tak lagi sekadar menjadi pengajar, tetapi ikut menjadi penggerak inovasi dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus Jambore Nasional Widyaiswara Indonesia (JAMNAS WI) ke-4 Tahun 2026 yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB), 19-21 September 2026.
Forum yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (DPP APWI) itu mengusung tema “Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul untuk Birokrasi Digital dan Berdaya Saing Global menuju Indonesia Emas 2045.”
Panitia Daerah JAMNAS WI ke-4, Drs. Cukup Wibowo, M.M.Pd., mengatakan perubahan kebutuhan ASN membuat proses pembelajaran tidak bisa lagi hanya berorientasi pada transfer pengetahuan.
"ASN tidak cukup hanya menguasai regulasi dan prosedur, tetapi harus mampu membaca perubahan, memanfaatkan teknologi, memecahkan persoalan, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi kinerja," ujarnya, Senin, 14 September 2026.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik pelaksanaan JAMNAS WI di NTB. Menurutnya, kehadiran Widyaiswara dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diharapkan memperkuat kapasitas ASN sekaligus mendorong budaya inovasi di birokrasi.
"Arah ini sejalan dengan kebutuhan NTB membangun birokrasi yang tidak hanya menjalankan sistem, tetapi mampu membaca perubahan, menggunakan teknologi secara tepat, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," kata Aka, sapaan Ahsanul Halik.
Sementara itu, Panitia Daerah JAMNAS WI lainnya, Dr. Tuti Aprianti, S.Sos., M.M., menilai perkembangan AI membuat pembelajaran ASN harus semakin adaptif dan berbasis kebutuhan organisasi.
| Baca juga: KPU NTB Soroti Tantangan Pemilu Inklusif |
Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta. Ukuran utamanya adalah perubahan yang terjadi setelah pengetahuan tersebut diterapkan di tempat kerja.
"Widyaiswara tidak lagi cukup diposisikan sebagai pengajar, tetapi sebagai penggerak budaya belajar dan inovasi di lingkungan birokrasi," ujarnya.
JAMNAS WI 2026 akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari AI, transformasi pembelajaran, digital learning, inovasi kebijakan, pengelolaan keuangan negara dan daerah, stunting, perubahan iklim, kebencanaan, reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi hingga kedaulatan pangan.
Agenda juga diisi Lomba Karya Inovasi Widyaiswara, gelar karya, pameran virtual, serta Community of Practice (CoP).
Pada Plenary Session 20 September bertema “Masa Depan Pembelajaran ASN: Peran WI di Era AI dan Ekosistem Digital”, sejumlah pejabat nasional dijadwalkan menjadi narasumber, di antaranya Menteri PANRB Rini Widyantini, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, dan Kepala LAN Muhammad Taufiq.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga dijadwalkan memberikan orasi ilmiah sekaligus menerima Piagam Widyaiswara Kehormatan.
Cukup Wibowo mengatakan JAMNAS WI tidak berhenti sebagai forum profesi. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan dan praktik baik yang bisa dibawa pulang dan diterapkan di instansi masing-masing.
"Yang dibawa pulang bukan hanya pengetahuan, tetapi gagasan yang siap diolah menjadi inovasi," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....