DPRD NTB Ingatkan Rekonstruksi Kampung Adat Sade Tak Sekadar Kejar MotoGP 2026
- 22 Sep 2026 16:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah agar rekonstruksi Kampung Adat Sade dilakukan secara hati-hati dan tidak sekadar mengejar target perhelatan MotoGP Mandalika 2026.
Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra, mengatakan rekonstruksi Kampung Adat Sade harus tetap mengedepankan nilai budaya masyarakat Sasak. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara terburu-buru berisiko menghilangkan karakter budaya kawasan tersebut.
"Kami tidak menghendaki rekonstruksi Kampung Adat Sade hanya mengejar event MotoGP Mandalika. Khawatirnya nanti pembangunan konstruksinya asal jadi, sehingga nilai budaya lokal diabaikan," kata Pelita Putra.
Politisi PKB itu menegaskan, Sade merupakan salah satu ikon wisata budaya NTB yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Sasak. Representasi tersebut tercermin dari arsitektur rumah, tata perilaku, benda pusaka, pakaian tenun hingga kesenian.
Karena itu, menurut Pelita, rumah adat dan alang atau lumbung harus menjadi bagian penting dalam proses rekonstruksi.
"Kebakaran Kampung Sade ini bukan sekadar kebakaran biasa, tapi ini adalah kebakaran kebudayaan. Jadi, enggak bisa penanganannya asal kejar target MotoGP langsung bisa dilakukan. Tapi perlu cari waktu yang tepat dan hati-hati," ujarnya.
Pelita berharap Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah duduk bersama dengan tokoh masyarakat Desa Sade untuk menentukan nilai-nilai budaya yang harus dikembalikan dalam proses rekonstruksi.
Ia menilai masyarakat setempat memiliki memori kolektif mengenai bentuk, fungsi, serta berbagai peninggalan budaya yang sebelumnya ada di Kampung Sade.
Selain itu, penataan bangunan yang berdekatan juga dinilai menjadi bagian dari karakter kehidupan komunal masyarakat Sasak yang perlu dipertahankan dalam pembangunan kembali.
"Silakan dilakukan pembangunan ulang dengan sentuhan teknologi. Misalnya rumah aman dengan dilengkapi teknologi, tetapi desain dan tata letak bangunan harus tetap melibatkan masyarakat Sade," katanya.
Sebelumnya, Pemprov NTB mendorong pembangunan Museum Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dapat dituntaskan sebelum pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 pada 9-12 Oktober.
Pembangunan museum dan sejumlah fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan kembali aktivitas serta perekonomian warga Dusun Sade pascakebakaran yang melanda kampung adat tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan terdapat tiga fokus utama pemerintah dalam memulihkan kondisi Sade. Ketiganya yakni pembangunan museum dan fasilitas ekonomi, penyusunan master plan kawasan secara utuh, serta penyiapan relokasi bagi ratusan kepala keluarga (KK).
"Yang pasti dalam waktu dekat akan kita bangun museum, satu masjid Sade, kemudian sekenem atau gazebo agar aktivitas ekonomi segera dimulai, dan akan dibangun toilet," kata Faozal, Jumat (18/9/2026).
Untuk relokasi warga terdampak kebakaran, pemerintah telah menyiapkan 40 unit rumah yang dibangun pada 2018. Rumah tersebut akan ditawarkan kepada warga yang menjadi korban kebakaran untuk ditempati.
Pemerintah juga berencana membangun sejumlah unit rumah tambahan bagi warga Sade.
"Kita sedang mencoba mendekati masyarakat supaya mau menggunakan rumah itu. Sebelum rumah yang ada di dalam kawasan Sade sendiri sedang kita pastikan untuk dimulai rekonstruksinya," ujar Faozal.
Faozal menjelaskan, pembangunan kembali sejumlah fasilitas di Dusun Sade dilakukan melalui skema pendanaan bersama dan tidak hanya mengandalkan APBN maupun APBD.
Pembangunan Museum Sade, misalnya, akan didanai oleh PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan produsen Pocari Sweat.
Sementara itu, pembangunan Masjid Sade akan didanai MIM Foundation. Adapun pembangunan sekenem atau gazebo akan diselesaikan oleh Blue Bird, sedangkan fasilitas toilet akan didukung Dharma Lautan Utama (DLU).
Pemerintah berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Sade, sekaligus tetap menjaga karakter budaya kawasan adat tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....