Portlink 0 Merapat, Masalah Macet selesai Cepat, Rakyat Puas ASDP Lembar Lepas Nafas

  • 17 Sep 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - “Banyak keuntungan yang kami peroleh, waktu tunggu, menjadi lebih cepat, tidak lagi berhari hari parkir, tetapi yang lebih penting bagi saya pribadi, setelah adanya penambahan armada dari ASDP Lembar, kami dapat mengirim sisa uang operasional kepada keluarga di Lombok, tidak habis dijalan,” kata Supriadi polos, seraya membetulkan kaos yang dipakai.

Pengakuan ini, dikemukakan Supriadi (45), sopir asal Mantang Lombok Tengah, sebelum naik KMP Port Link 0, armada baru yang diturunkan ASDP Indonesia Ferry Lembar Lombok, melayani Pelabuhan Lembar Lombok – Tanjung Wangi Banyuwangi Jawa Timur. Menurut Supriadi sopir truck pengangkut logistic, dengan penambahan Armada ini, sangat membantu dalam hal menghemat waktu. ”Apalagi kecepatan kapalnya, boleh diandalkan,”ujarnya penuh semangat. Sapri menyebutnya “Kapal Sapu Jagat”

Lain lagi dengan Teguh sopir asal Banyuwangi. Ia mendapatkan semangat baru dengan jalur yang dibuka ASDP Indonesia Ferry, selain dapat beristirahat Panjang selama perjalanan sekaligus dapat mengurangi biaya operasional dan tenaga, sehingga ia sangat bersyukur ada armada baru (Port Link 0 ASDP Indonesia Ferry), melayani Lembar Lombok – Tanjungwangi Banyuwangi, Selasa 15 September 2026.

Rutinitas yang menjadi kebiasaan sebelumnya, mereka harus menyeberang ke Padang bae Bali, selanjutnya menempuh perjalanan lama menuju Gilimanuk. Perjalanan ini cukup melelahkan menguras energi banyak, karena menempuh perjalanan darat,dengan rentang waktu sangat lama, hamper 10 jam.

”Kami bersyukur pihak Pemerintah membuka jalur baru ini, sehingga pengiriman barang dan jasa lebih cepat, tanpa harus lama menunggu," kata Teguh, sedang bersiap siap naik kapal.

Penambahan Armad Port Link 0, dengan kekuatan 12 ribu GT, kapasitas yang luar bisa mampu menampung 200 sampai 300 mobil dan truck ini, sehingga pada akhirnya dapat mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Kawasan Lembar Gili Mas-Sekotong dan memperlancar arus lalulintas serta mobilitas masyarakat dan lebih penting lagi, pengangkut logistic berupa hasil bumi dan ternak seperti bawang merah dan sapi, tidak rusak, masih bagus hingga sampai di Pulau Jawa. Pedagang tidak rugi justru tetap untung.

”Kami mendatangkan Armada Baru Port Link 0, memang atas keperluan mendesak mengurangi kendaran yang berhari hari parkir di Jalan Raya Lembar - Sekotong dan mempercepat pengiriman kebutuhan pokok hasil bumi sepeti komoditi Bawang Merah dari Bima,” ucap GM ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Lembar Lombok Anis Adinizam dalam perbincangan dengan RRI Mataram, Selasa 15 September 2026, di Lembar, dua hari sebelum puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 tahun 2026.

Selain lama menunggu sehingga menguras energi dan biaya konsumsi, hal lain menjadi realitas persoalan adalah semakin cepatnya rusak ruas jalan dengan beban truck angkutan, akibat tonasa diatas normal yang parkir berhari hari di jalan. Inilah Langkah alternatif pihak ASDP mendatangkan KMP PortLink 0 Indonesia, sebagai Solusi atas masalah yang dihadapi Pemerintah Daerah maupun pengguna jasa Pelabuhan Penyebrangan di Pelabuhan Lembar.

“Ini menjadi Solusi alternatif dalam mengurai kemacetan dan antrean panjang Kendaraan serta kerugian di seputaran Gili Mas," ungkap Andi Adinizam yang mengajak wartawan berkeliling di KMP PortLink 0, sekaligus promosi seputar keunggulan kapal dalam melayani penumpang di perjalanan Panjang (Long Distance) menuju Tanjungwangi Banyuwangi Jawa Timur.

“Fasilitas Pelayanan kita, lebih lengkap, bagaimana kita mendapatkan nilai tambah dari keunggulan dengan kompetitor,” kata Andi yang pernah menjadi Pimpinan ASDP di Pelabuhan Bajo NTT.

“Ya harus lebih baik pelayanan ASDP Indonesia Ferry dari Kompetitor,” tegas Iskandar Ketua Gapasdap NTB dalam perbincangan di RRI Mataram pada H min satu Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026.

Pengoperasian PortLink 0 didatangkan khusus dari Merak Banten sekaligus menjawab kegalauan Gubernur NTB atas lambatnya pengiriman ternak sapi ke Pulau Jawa, sempat tertunda berhari hari, menyusul kekurangan Armada Kapal yang melayani hingga Pulau Jawa. Keterlambatan pengiriman logistic dari dan untuk Pulau Jawa maupun sebaliknya menuju Lombok dan Kepulauan Nusa Tenggara, dipastikan menganggu percepatan arus barang dan mengganggu akses ekonomi Masyarakat, sehingga bermuara pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Menambah Armada ini semata mata menyempurnakan pelayanan kepada Masyarakat, dengan tidak meninggalkan sisi komersial, karena BUMN dituntut demikian, disamping tidak meninggalkan sisi tanggungjawab sosial sebagai stabilisator ekonomi,” tambah Anis yang masih dalam hitungan hari bertugas di Pelabuhan Lembar, setelah menjalani pengabdian di Jakarta dan Pelabuhan Bajo.

Tentang Pelayanan dan keselamatan serta kenyamanan sebagai wujud komitmen ASDP Indonesia Fery. Iskandar Ketua Gapasdap NTB dalam perbincangan di program Hallo RRI Selasa, 15 September 2026, menegaskan memang menjadi kewajiban Perusahaan guna menyempurnakan terhadap pelayanan yang kurang, memperhatikan factor keselamatan yang utama dan kemanfaatannya sebesar besarnya kepada masyarakat.

Hal ini berlinier dengan penegasan Gubernur NTB HL.Muhammad Iqbal pada Puncak Peringatan Hari Perhubungan Nasional yang memberi perhatian terhadap munculnya paristiwa yang terjadi di Laut (Pelayaran).

“Berkaca dari Peristiwa yang terjadi di sejumlah Lokasi transportasi laut, agar jajaran perhubungan laut selalu dan utamakan serta prioritaskan factor keselataman.Ini sangat penting supaya tidak ada lagi korban sia sia di laut,” tegas Gubernur NTB yang bertindak sebagai Pembina Upacara, Kamis 17 September 2026.

Seluruh jajaran Perhubungan, baik Darat, Laut dan Udara, menurut Gubernur NTB, supaya tidak lengah bekerja sesuai SOP dan yang utama adalah standar keselamatan,

”Kita tahu dan kita maklum, ketika orang, masih terlelap tidur, tetapi masih ada insan perhubungan yang bekerja di Pelabuhan, Bandara, Terminal dan Tengah luat. Semua itu kita berikan penghargaan dan apresiasi, tetapi jangan lupa terkadang muncul Human Erorr, ini yang harus kita waspadai,” tegas Gubernur Mohammad Iqbal sekaligus menyampaikan terima kasih kepada ASDP Indonesia Ferry yang sudah mengoperasikan KMP Portlink 0, guna menjadi Solusi dalam menyelesaikan antrean Panjang kendaraan bermotor. Pihak Manajemen ASDP Indonesia Ferry juga berikhtiar sungguh sungguh merealisasikan Visi Perusahaan, “Terdepan dalam menghubungkan masyarakat dan pasar melalui jasa penyeberangan-pelabuhan terintegrasi dan tujuan wisata waterfront”.

Port Link 0 melayani jalur Lembar Lombok–Tanjungwangi Banyuwangi, dari garis linier sejarah beririsan dengan Kapal Titanic yang tenggelam akibat menghantam Gunung Es di Samudra Atlantic. Hubungan sejarahnya adalah bukan sama-sama tenggelam tetapi mempunyai kesamaan dari galangan kapal yang memproduksinya, yaitu Harland and Wolf,Belfast Irlandia Utara.

Masalah pelayanan dan keselamatan serta kemanfaatan adalah keniscayaan yang paling dikedepankan. Semua Armada ASDP yang beroperasi di Kawasan Lembar dan Sumbawa tercata 25 Armada, dan terus dilakukan ikhtiar perbaikan dan penyempurnaan terhadap kerusakan yang terjadi (Docking) sesuai dengan komitmen dan misi ASDP Indonesia Ferry. Secara konsisten mengedepankan keselamatan dan layanan penuh keramahan, tulus dan berkualitas.

KMP Port link Zero dibeli Indonesia dari Belfast pada pertengahan tahun 2012, dibawa pelayaran dari Irlandia Utara ke Tanjung Priok dan diganti nama meniadi Portlink Zero. Secara tehnis Portlink 0 adalah adik jauh Titanic. Dibuat di galangan yang persis sama, cuman beda rentang waktunya produksinya mencapai 70 tahun.

Kapal Portlink 0 juga kerap disebut kapal sapu jagat, sebagai julukan para sopir dan pihak Pelabuhan. Pihak Manajemen mengatakan itu bukan nama resminya. Realitasnya, setelah kedatangan Portlink 0, kemacetan panjang di Gilimanuk Ketapang, langsung bisa di urai, seluruh kendaraan hingga ratusan bisa terangkut, termasuk di Kawasan Pelabuhan Lembar Lombok, pada akhirnya disebut Kapal Sapu Jagat.

”Jadi ASDP Indonesia Ferry tetap mengedepankan dan memprioritaskan 3S, Safety, Securitiy, dan service,” tambah Anis Andinizam saat bersama Wartawan melihat fasilitas KMP Port Link 0 Indonesia Ferry. Sekaligus melakukan sidak terhadap berbagai kesiapan Manajemen dan ABK Kapal PL yang sudah berlayar dari Pelabuhan Peltra Lembar.

Ketika udara cerah, matahari tidak seterik sehari sebelumnya, tetap biru bersih, sebagai sinyal pelayaran perdana berlangsung lancar dan sukses. “Tetapi diingat ya, kami tidak tinggalkan sisi komersilnya walau tetap menjalankan tanggungjawab sebagai Perintis,” ujar Anis Andinizam yang terobsesi mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dan sukses. Kawan Wartawan lain menimpali. ”Pelaut tidak dapat menemukan lautan baru,bila dia tidak memiliki keberanian untuk melupakan pantai,Maka jangan takut pada dalamnya laut,tetapi takutlah pada dangkalnya hati,” membacakan pepatah lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....