186 KTP Pemula Dicetak, Warga Ultah Tanggal 17 Terima KTP dari Dukcapil Lombok Barat
- 18 Agt 2026 18:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Momentum ulang tahun ke-17 menjadi lebih bermakna bagi sejumlah warga Lombok Barat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat menyerahkan 186 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) secara langsung kepada warga yang tepat memasuki usia 17 tahun, termasuk mereka yang berulang tahun bertepatan dengan 17 Agustus.
Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat, Fathurrahman, mengatakan sedikitnya sembilan KTP-el diserahkan kepada warga yang memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan tersebut.
Menurutnya, penyerahan KTP sebenarnya direncanakan bertepatan dengan momentum 17 Agustus. Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan aktivitas warga yang sebagian besar masih berstatus pelajar.
"Hari ini minimal ada sembilan KTP yang kita serahkan bagi mereka yang berulang tahun tanggal 17 Agustus. Seharusnya kemarin sudah kita serahkan di waktu dan tempat yang pas, tetapi ada kendala karena warga yang kita undang banyak yang bersekolah," ujar Fathurrahman saat ditemui RRI di kantornya, Gerung, Lombok Barat, Selasa 18 Agustus 2026.
Penyerahan dilakukan di sejumlah titik. Salah satunya kepada seorang siswa MAN 2 Mataram. Dukcapil juga menemukan cukup banyak warga Lombok Barat yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Selain itu, empat KTP diserahkan kepada warga di wilayah Gunungsari dan Batulayar. Pada hari yang sama, tiga KTP lainnya diberikan kepada warga di sekitar Gapuk, Kuripan, Gerung dan wilayah sekitarnya. Sementara satu KTP dijadwalkan diserahkan kepada warga di kawasan Cemare.
Fathurrahman menegaskan, pelayanan administrasi kependudukan tersebut tidak dipungut biaya. Penyerahan KTP menjadi bagian dari upaya Dukcapil mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya warga yang baru memasuki usia 17 tahun.
"Administrasi kependudukan itu gratis. KTP yang kita serahkan ini merupakan hasil perekaman melalui program PertuQ Dese, yakni perekaman yang dilakukan dengan turun langsung ke desa dan sekolah," katanya menegaskan.
Program tersebut menjadi salah satu strategi Dukcapil Lombok Barat untuk mempercepat cakupan perekaman KTP-el bagi pemilih pemula. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk memastikan masyarakat yang telah memenuhi syarat memiliki dokumen kependudukan sebelum dibutuhkan dalam berbagai keperluan pelayanan publik.
Dukcapil mencatat masih terdapat sekitar 6.000 pelajar di Lombok Barat yang belum melakukan perekaman KTP-el. Mereka tersebar di sekolah maupun desa sehingga proses penjangkauan dilakukan melalui dua jalur tersebut.
Menurut Fathurrahman, pencarian data dilakukan secara aktif. Ketika seorang warga belum ditemukan melalui sekolah, petugas akan menelusuri keberadaannya melalui desa tempat tinggalnya. Sebaliknya, apabila data warga sudah diketahui bersekolah di suatu tempat, pelayanan dapat diarahkan langsung ke sekolah.
Ia mengakui, sebagian pelajar juga masih memiliki pertimbangan tersendiri untuk melakukan perekaman, termasuk keinginan agar foto pada KTP terlihat lebih baik.
"Masih ada sekitar enam ribuan siswa yang belum perekaman. Kita cari di desa, kalau masih sekolah kita telusuri sekolahnya. Ada juga yang menunggu atau ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum foto KTP," ucapnya.
Untuk mempercepat penyelesaian perekaman, Dukcapil Lombok Barat juga menggandeng pemerintah desa. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah desa mengarahkan warganya mengikuti pelayanan administrasi kependudukan.
Pelayanan tidak hanya dilakukan di kantor Dukcapil. Masyarakat juga dapat dijangkau melalui pelayanan yang turun langsung ke desa, Unit Pelaksana Teknis (UPT), maupun Mal Pelayanan Publik.
Dari total 77 desa yang menjadi sasaran penjangkauan, sebanyak 55 desa disebut telah dituntaskan. Dengan demikian, masih tersisa 22 desa yang menjadi sasaran penyelesaian berikutnya.
"Kita optimistis bisa mengejar penyelesaian perekaman, terutama menjelang pelaksanaan Pilkades. Dari 77 desa, sudah 55 desa yang kita selesaikan. Masih ada 22 desa dan kita masih punya waktu sampai Desember," kata Fathurrahman mengakhiri.
Sementara, Warga Gerung, Ainia Husnawati mengaku bersyukur menerima KTP tepat di hari ulang tahunnya 17 Agustus. KTP itu ia butuhkan untuk membuat SIM, melamar kerja, dan keperluan administrasi lain.
“Alhamdulillah sangat bahagia. Sekarang saya sudah memiliki identitas KTP sehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat SIM, melamar pekerjaan dan kebutuhan administrasi lainnya,” ujar Ainia.
Ia sempat terkendala perbedaan nama di akta, ijazah, dan KK. Masalah itu akhirnya selesai dibantu Dukcapil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....